Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Review Hotel : Malam Singkat di Whiz Hotel Malang

Whiz hotel Malang

Assalammualaikum pembaca budiman, I’m back!. Bismillah semoga niat menulis blog gak dong-dongan lagi. Ya walaupun ini sudah mendekati akhir bulan dan baru 2 artikel dong yang di up. Mengsedih sekali sih. Huhu.

Btw, aku mau sharing nih staycation terakhir. Haha. Meskipun covid belum benar-benar punah, setidaknya untuk keluar kota gak di perketat dengan drama PCR, Antigen dan kawan-kawannya, tapi jangan keblinger yaak, tetap jaga diri baik-baik, hand sanitizer harus siap sedia. Masker ada baiknya masih digunakan kalau lagi keluar rumah. Okay?!

Well, lanjut yuk ceritanya lagi. Hotel yang aku inapi kali ini adalah Whiz Prime Malang. Malang lagi. Malang lagi? Hehe. Keseringan review Malang ya? Kalian jangan bosen ya. Malang ini seru kok meskipun di akhir tahun ini lebih sering hujan daripada panas tapi masih menarik untuk dijadikan alternatif untuk tempat wisata ataupun hanya sekedar staycation, banyak hotel baru juga yang yang konsepnya macem-macem, vintage iya, modern iya, green hotel juga iya. Banyaklah. Berjejer pula café dengan konsep macem-macem yang menarik minat untuk di kunjungi jadi yuk explore Malang lagi.

Berkesempatan stay selama semalam, aku tidak menyia-nyiakan untuk tidak mereviewnya. Lokasinya tengah kota yang mudah untuk diakses dengan berbagai alat transportasi. Dekat dengan berbagai wisata kuliner pagi dan malam hari. Mantap nih!. Dari luar saja hotel ini terkesan mewah dan ketika pertama kali menginjakkan kaki di hotel para petugas yang berjaga di depan hotel siap sedia membukkan pintu. Oke Pelayanan ramah di garis depan.

Memasuki area meja reseptionis, aku disambut oleh 2 petugas front office lalu menyerahkan ID CARD plus deposit sebesar 50rb. Sembari menunggu proses check in, aku memutar pandangan sekeliling dan menemukan 2 ruang tunggu dengan sofa berwarna abu-abu gelap dan bantal sofa berwarna hijau dan putih.

Area lobby hotel Whiz ini cukup luas bahkan terdapat Kids zone mini serta di sediakan tempat refleksi bagi para tamu yang ingin menggunakan jasa pijat tersebut, tentunya berbayar ya.  Lalu, disediakannya pula welcome drink yang saat itu ada teh tarik hangat. Menariknya, ada spot kecil letaknya berada di sisi kiri meja reseptionis yang digunakan sebagai kios untuk berjualan aksesoris khas Malang seperti kaos Malangan, topi, makanan khas Malang dan masih banyak lagi.

Setelah lift terbuka, aku lalu menuju lantai 5 dimana kamar yang telah di pesan atas nama suami berada. Kamar dibuka dan tara satu ranjang besar dengan sprei dan bantal berwarna putih nyaman dipandang siap digunakan rebahan. Saatnya jepret-jepret kamar sebelum diacak-acak dan di timpa barang bawaan. Sayangya view dari kamar ini loteng warga, jadi gak banyak pemandangan yang bisa di deskripsikan. Hehe

Saatnya spil fasilitas kamar. Ada TV berukuran 32 inchi yang menempel di dinding kamar dengan pilihan beberapa program siaran luar, Safety box atau brankas, Wifi yang menurutku gak berjalan lancar, AC yang cukup dingin, amneties lengkap dengan teko pemanas, lemari tertutup gak ada sih, tapi disediakan tempat untuk menggantung baju. Mini bar dekat dengan jendela.

Ada hal yang menarik, ranjang hotel Whiz ini nyaman banget – Angler merk yang digunakan. Jujurly, baru kali ini aku mendapatkan ranjang yang super enak di punggung. Gak begitu empuk, tapi padat dan enggak buat punggung rontok. Haha

Toiletries cukup lengkap masing-masing untuk 2 orang. handuk, sandal, shower cap, sikat gigi dan plastik bag. Wastafel berada di luar kamar mandi, jadi posisi wastafel ini berada di sebelah kiri setelah pintu masuk dan berhadapan dengan pintu kamar mandi. Ngomong-ngomong soal kamar mandi. Sekat antara si kamar mandi dengan kamar ini full kaca tebal dong atau transparan dari luar. Dibilang malu ya enggak, tapi aneh aja, hanya di sekat dengan kaca tebal. Haha, tapi jangan khawatir, masih ada gerai yang bisa dinaik turunkan kok.

Sarapan pagi. Hal yang paling aku sukai ketika review hotel. Serius ya pembaca budiman, restoran Whiz hotel ini all out ketika menyajikan makanan. Bener-bener deh hotel ini. Dari makanan trasional hingga barat semuanya ada. Rasanya pun gak kaleng-kaleng. Mantap bener. Beberapa kali aku juga mendengar tamu lainnya memuji variasi makanan yang di sajikan. Soal makanan aku highly recommended restoran di hotel ini. Area restoran juga cukup luas. Satu ruangan terpisah yang hanya digunakan sebagai meja dengan menikmati pemandangan area hotel dari lantai 6. By the way, hotel ini juga ada area kolam renangnya loh, semi outdoor begitu tampilannya. Untung sempat jalan-jalan mengitari hotel sebelum rebahan di kamar. Kolam ada di lantai 6 satu lantai dengan restoran, namun hanya di buka mulai pukul 10.00 WIB s/d 21.00 WIB. Atau bisa dikatakan setelah jam makan pagi usai.  

Kalian pasti penasaran berapa sih harga hotelnya, ya kan ya? Ngakulah biar aku seneng. Hehe, kalau aku cek di situs booking hotel mayan sih untuk hotel bintang 3 yang berapa di tengah kota Malang sekitar 500rb-an, tapi itu lebih murah daripada kalian goshow booking via hotel (duh ya, lawas kali ah).

Seperti yang aku info di awal, Whiz hotel Malang ini berada ditengah kota yang dikeliling dengan public space. Mini market, Bank, taman kota, dan masih banyak lagi. So far, menyenangkan kok tinggal di sana, hanya saja maybe I’m lack of connections Entah kenapa, wifi Whiz hotel hanya kencang saat aku berada di area restoran. Selebihnya oke kok.

  

Review Hotel: Seminggu Stay di Solia Yosodipuro Hotel Solo

review hotel solo murah aman

Solia Hotel Tampak depan

Assalammualaikum pembaca budiman, sehat ya? harus sehat dong. Dunia udah gila nih sama berita-berita di media, So bijak untuk menggunakan sosmed ya pembaca budiman!. Kebetulan selama beberapa hari ke depan aku tidak berada di rumahku sendiri-Mojokerto. Aku ikut Mas Bojo di tempat dia ditugaskan Solo. Alhamdulillah, tahun ini penuh berkah, lagi-lagi Allah baik banget. Selama beberapa hari ke depan diberikan jeda untuk tidak melakukan rutinitas harian.  Sebuah hadiah yang sama sekali tidak terfikirkan. Okay lets start, its time to break. lumayan nih pengalaman stay-nya bisa di  share di blog kesayangan lagi. Hehe 

Selama hampir satu minggu Menginap di Solia Yosodipura Solo banyak banget pengalaman yang aku dapatkan di sana. Sebenarnya gak bener-bener seminggu sih, karena si mas bojo berangkat lebih dulu, sedangkan aku menyusul beberapa hari setelahnya dengan menggunakan kereta api Sancaka. Setibanya di stasiun Solo Balapan aku langsung menuju hotel tempat mas bojo stay.

Keindahan Solia Yosodipuro Hotel Solo

Solia Yosodipuro Hotel dengan 9 lantai ini Merupakan hotel bintang 3 yang lokasinya sangat strategis di tengah kota Solo. Dekat dengan beberapa penginapan ataupun hotel berbintang, obyek wisata ataupun transportasi umum. Tepatnya di jl Yosodipuro No. 31-33. Jarak dengan setasiun Solo Balapan juga hanya hanya 1,3KM. tapi untuk orang seperti aku, yang mager banget, jadi aku pilih naik OJOL aja, gak sampe 5 menit eh aku udah tiba aja di depan hotel.

Menginjakkan kaki pertama kali di pelataran hotel, nuansa modern yang kental dengan ciri khas khas Jawa Tengah terlihat dari furniture yang melekat, loby, pintu masuk dan lantai hotel. Sebelum memasuki lobby, sebelah kiri teras hotel disediakan mini bar - Pendopo Terrace namanya. Dilengkapi akuarium yang diletakkan di ujung ruang dengan bingkai kayu, berwarna coklat tua. Terdapar pula sofa panjang berwarna abu-abu yang empuk, meja dan kursi yang terbuat dari rotan, menambahkan aksen heritage yang sangat melekat pada hotel ini. Menurut info, Pendopo terrace ini kerap sekali di gunakan sebagai tempat acara komunitas. Nah malam kedua stay di sana, kebetulan ada event komunitas vespa yang lagi kopdar. Sayang sih, gak bisa ambil fotonya karena situasi dan kondisi di terace hotel crowded banget. Hehe. Alhasil hanya bisa liat sebentar lalu naik lagi ke kamar.  

lobby hotel Solia Yosodipuro Solo

lobby hotel Solia Yosodipuro Solo

lobby hotel Solia Yosodipuro Solo

Baca Juga : Yakin Bukan Fomo?

Mendekati meja reseptionis, sudah disambut dengan para reseptionis yang ramah. Meskipun para reseptionis dan aku di batasi oleh sekat penghalang yang terbuat dari mika, nyatanya tak mengganggu proses check in. Sukak front liner yang model begini dah, helped banget. Tentunya dengan protokoler yang telah di sesuaikan.

To be honest first impression ketika memasukki area ini sudah wah. Hotelnya modern tapi enggak melupakan sentuhan tradisonalnya terutama di area lobby dan teras hotel seperti infoku di awal. Lobby pun cukup luas. Disebelah kiri meja reseptionis dari pintu masuk merupakan salah satu akses menuju restoran.  sebelum pintu masuk pun, di hadapkan dengan rak oleh-oleh yang di perjualan belikan ke tamu hotel, Sedangkan di koridor lobby disediakan welcome drink dalam teko dan tamu di persilahkan ambil sendiri. Minumannya pun bervariasi setiap harinya.

Reseptionis Solia Yosodipuro Hotel Solo

Front Office Solia Yosodipuro Hotel

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

lanjut, Setelah menerima key room, aku disugukan dengan pemandangan yang eye cathing sebuah kereta kencana yang di letakkan di tengah jalan menuju lift, aku menyebutnya lobby tengah. Memang tidak untuk di naikki, tapi sudah cukup membuat bibir menyunggingkan senyum bagus sekali hiasan di tengah lobby ini. Di lobby tengah juga di sediakan toliet umum untuk para tamu yang berdekatan dengan pintu masuk dari basement menuju lobby. 

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Tampilan Kamar Mewah Solia Yosodipuro Hotel

Mas Bojo stay di kamar deluxe lantai 7. Segeralah aku menuju room yang terletak di ujung koridor dengan langkah kaki yang nyaman karena lantai hotel ini dilapisi karpet empuk. Tidak seperti hotel bintang 3 kebanyakan, Kamar hotel ini bener-bener sangat luas, nyaman dan bersih juga. Sentuhan trasional khas jawa tengah juga nampak dari kamar ini. Ranjang king size dengan sprei putih, cat kamar yang didominasi warna abu-abu  headboard berwarna senada membuat kamar ini tampak serasi. 

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Fasilitas kamar ini pun juga lengkap. Lampu kamar juga nggak sendu-sendu amat. Pencahayaannya pas di kanan dan kiri tempat tidur. Terdapat 1 lemari dengan pintu geser yang besar dan beberapa hanger. Di samping ranjang pun ada tempat untuk meletakkan koper, lalu meja kerja dengan lampu duduk, safety box,  kaca kamar yang cukup untuk selfie. Hehe , 2 botol welcome drink,  teh, kopi, gula dan creamer yang masing-masing dalam kemasan dan selalu di refiil setiap hari, 2 sandal hotel, TV dengan channel dalam dan luar negri, pesawat telefon, WI Fi, kulkas mini, cofee & tea maker, pensil dan notes mini. Tak lupa terdapat pula room service apabila para tamu ingin memesan makanan yang di sediakan oleh Kunir Madu Restaurant di luar jam makan, namun tentunya hal tersebut tidak gratis. 

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Review Solia Yosodipuro Hotel SoloReview Solia Yosodipuro Hotel Solo

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Untuk toiletries nya juga oke. area basah dan kering di sekat oleh kaca tebal. Kamar mandi dilengkapi dengan toilet duduk, hot and cool water shower, wastafel, Cermin dengan diameter yang cukup lebar, 2 handuk mandi, 2 sachet sikat dan pasta gigi, shower cap, sabun mandi dan shampo dalam botol yang selalu di refiil setiap hari, semuanya di kemas secara elegan, ditambah dengan hair dryer.

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Review Solia Yosodipuro Hotel SoloReview Solia Yosodipuro Hotel Solo

Keunikkan lainya dari hotel yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke -2 ini. Ternyata setiap tipe kamar di hotel Solia Yosodipuro di sediakan balkon, jadi bagi para tamu yang ingin merokok, bisa menggunakan area balkon tersebut, karena semua room adalah non smokingPemandangan kota Solo pun dapat ku abadikan dari lantai 7 tempatku berada saat itu. Siang ataupun malam pemandangan di balkon tetap indah. Suprisingly jika bangun di bawah jam 6 pagi, maka dari balkon akan menemukan pemandangan yang luar biasa indahnya yakni penampakan Gunung Merapi hanya dari lantai 7 hotel ini. 

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Sarapan di restoran Kunir Madu

Biasanya Bangun pagi langsung siap-siap membuat sarapan dan bekal. Tak bisa dielakkan diam di depan rak kulkas lalu menatap isinya, kira-kira apa aja bahan yang siap diolah selalu menjadi ritual pagi. Hehe. Nah, sekarang bisa leyeh-leyeh bentar berdua sama Mas Bojo sambil persiapan turun ke resto hotel untuk sarapan. 

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Resto untuk sarapan ada di lantai 1, dekat dengan area lobby depan ataupun para tamu bisa melewati pintu samping area lift. Kunir Madu Restaurant namanya. Jika melewati pintu samping resto, maka tamu pertama kali akan menemukan Gubukan Omelet dan Gorengan Jawa atau bisa di sebut ote-ote, tau kan ya ote-ote ini makanan apa? yuk perpaduan sayuran wortel dan gubis yang kemudian di uleni tepung lalu di goreng. 

Review Restoran Solia Yosodipuro Hotel Solo

Kunir Madu ini tempatnya sangat luas. Interiornya tertata apik dan menyejukkan mata. Setiap sudut ruang menarik untuk di foto.  Makanan yang di sajikan pun bervariasi mulai dari yang tradisional hingga western.


Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Di sajikan secara buffet dan diletakkan di setiap ujung restoran. Menurutku nyaman dan membuat para tamu tidak bergerombol untuk mengambil makanan. Anyway apapun makanan yang aku inginkan rasanya semua tersedia di Kunir Madu. Hehe. Meskipun stay di sana dalam waktu yang menurutku cukup lama dan beberapa item ada yang terulang, tak pernah membuat jenuh untuk terus mencicipi. Semuanya tetap menggugah selera

Mulai dari makanan ringan sampai makanan berat. Dari pancake, sereal, Omelete, gorengan, salad buah & sayur, bubur ayam, bubur kacang hijau, dessert, spagetti, Tahu kupat, nasi putih, nasi goreng, kwetiau, dan masih banyak lagi. Rasanya tak sanggup untuk mencicipi semua menu hari itu, rapi semua menu terlihat enak.

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Review Solia Yosodipuro Hotel Solo

Santai di Area Kolam Renang

Sambil menunggu Mas Bojo dinas luar, aku juga siap-siap kerja online. Aku memilih area kolam renang untukku melakukan kegiatan pagi. Jarang-jarang juga kerja model kayak gini. Kolam renang dengan kedalaman 1,3m di hotel ini cukup satifiying. Berada di lantai 2, dengan kondisi outdoor-TirtaManik Pool begitu hotel ini menyebutnya. Kolam ini sangat aestetik. Bagi tamu yang hanya ingin menikmati pool ini tanpa stay sangat di perkenankan. Namun mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku. Oh ya, area pool ini juga bisa di akses dari restoran, dengan menaiki anak tangga yang telah di sediakan. Gimana-gimana cukup menarik bukan?

Gedung Solia Yosodipuro Hotel Solo

Sejujurnya, sangat menyenangkan di area ini, apalagi aku bisa menikmati langit-langit kota Solo, tapi kalau siang cuaca sangat panas. Hehe. Ternyata cuaca di kota Solo ketika siang terik tidak jauh beda dengan kota Surabaya ataupun Mojokerto. Beruntung di sana disediakan lounge chair dengan payung pantai dan Lazy bean sofa yang sangat nyaman untuk aku tetap melakukan pekerjaan tanpa takut  kulit terbakar matahari.

Kolam Renang Solia Yosodipuro Solo

Tempat wisata terdekat hanya berjarak tak kurang dari 500meter yakni Musium Pers Surakarta dan Pura Mangkunegara. Karena kota Solo merupakan kota kecil. Beberapa hotel saling berdekatan seperti Solia Yosodipuro dekat dengan Sahid Jaya Hotel, Grand Orchid Solo, Novotel Solo, Ibis Style dan beberapa hotel lainnya. Bisa kok di tuju dengan jalan kaki, kalau enggak mager ya. Pun dekat dengan dengan kuliner hits kota Solo, seperti Sate Kambing Mas Mardi ataupun soto daging sapi bu Hadi 2 yang setiap hari tak pernah sepi pengunjung.   

Baca Juga : Selamat memperingati 1057 hari pernikahan, Mas!

Jika ingin menikmati tempat makan ala anak muda, hotel ini juga dekat dengan Cafe Roti Bakar 543 bahkan posisi tepat di sebelah hotel. Kuliner lainnya pun juga tak kalah enak. Untuk makan malam aku mencoba mie godhok yang dimasak menggunakan bara areng. Jadi aroma khas nya tidak bisa di abaikan. Ada pula warung penyet yang menyediakan makanan Solo Timl. Sayang beribu sayang aku lupa memotretnya, but aku .  recomended banget mie dan Timlo ini.

Last Word 

Senang sekali memiliki pengalaman pertama long staycation di hotel ini. Menurut aku, Hotel ini cocok banget jika pembaca budiman menginap bersama keluarga ataupun untuk bisnis. Over all pelayanan dari management hotel nya mantap apalagi mendekati sarapan gak sabar menunggu menu apa hari ini, karena emang menu yang di suguhkan itu variasinya banyak banget dan semuanya enak-enak. Hehe.

Buat kalian yang pengen stay di Solo dan binggung mencari hotel Solo murah aman dan nyaman, aku rekomen hotel ini deh. Kalian gak akan kesulitan untuk cari tempat mana yang harus di kunjungi pun dengan kuliner malamnya, karena semuanya ada di hotel ini. 

Nongkrong Asyik di Tropical Coffee Surabaya


Tropical Cafe Surabaya

Assalamu'alaikum pembaca budiman. Mendekati tanggal gajian mau sedikit cerita nih, finally bisa menyempatkan diri bertemu dengan teman lama plus yang sekarang jadi partner kerja online. Sejak pindah Mojokerto, banyak banget janji yang terlewatkan karena satu dan lain hal. Berhubung kemarin ke Surabaya-nya agak lama dan jadwalnya kosong, cus chat bentar buat konfirmasi berkunjung kerumahnya. Alhamdulillah oke. 

Hidden Gems di Surabaya!

"nanti ngafe yuk, kerja di luar" ajaknya. Dia pengennya kerja bareng sambil ngecafe deket rumah, hitung-hitung refresing biar keluar dari “kandang”. Ha ha. Aku sih iya-iya aja toh emang niat utamanya ketemu. Unplanned meet ini membawa kami pada tempat yang menurutku itu adalah sebuah Hidden Gems . Kami berkunjung ke sebuah kafe ala-ala daerah topis, Tropical Coffee Surabaya namanya, berlokasi di Jl Keputih Timur Raya No 20A, daerah pinggiran kota Surabaya.

Baca juga:  Usianya just a number tapi kenyataannya

Begitu masuk cafenya aja sudah di buat WAHH., Pintu masuknya seperti bangunan Maroko, eh pas masuk kayak di Bali. Eyes cathing sekali desainnya dari kafe sekitar. Udah siap ngekonten nih di benak. Kebetulan ketika sampai di sana, kondisi cafenya gak begitu rame, mungkin karena baru jam buka cafe.

Perpaduan konsep yang menarik

Cafenya lucu, berkonsep ala-ala Bali style gitu yang dikelilingi warna peach sebagai dominan. Ditambah kumpulan jerami yang di tata rapi digunakan untuk atap dan beberapa rotan yang dibentuk sedemikian rupa sebagai wadah lampu atau hiasan serta cermin-cermin kekinian (ya kan jadi  rindu vacation ke Bali lagi, dududu). 

Indoor  ,  outdoor   ataupun semi outdoor semua menarik. Rasanya mau pindah-pindah duduk aja. Haha. Bahkan untuk area outdoor gak perlu takut kepanasan karena bayangan tanaman yang menjulang tinggi dan atap ruangan semi outdoor bisa melindungi tamu yang memilih duduk di sana. Tanaman asli sebagai penghias di setiap sudut ruangan pun menarik untuk ikut masuk frame kamera.

Tropical Cafe Surabaya


Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Baca Juga:  Karang di Pantai Timang Jogjakarta

Memiliki Banyak Variasi Menu

Setelah memilih tempat kami duduk, yang berada di tengah-tengah area indoor dan outdoor , pelayan café menghampir, menyapa memberi salam dan berpantun. Loh kok?. Enggak deng dia hanya datang membawa selembar menu yang bisa kami corat-coret. Sengaja memilih menu yang harus berbeda, supaya kegiatan cicip mencicip jajan masing-masing tidak lekang oleh dompet tebal. Hehe. Lah kok gitu? kalo dompet tebal kan bisa pilih ini itu, ina inu dan bisa bayar sendiri bahkan pesanan pun bisa sama. Maka dari itu, jangan sampe budaya cicip mencicip hilang dari muka bumi meskipun dompet pada tebal yaak.

Selain lembar menu yang diberikan kepada kami, setiap meja juga memiliki aplikasi scan barcode menu untuk mengetahui menu apa saja yang tersedia. Cukup canggih ya, udah 2x nih aku menemukan tempat kongkow yang  ready  scan barcode menu. Satu di Jogja satu lagi di sini. 

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Dari harga menu yang aku amati mayan mahal ya, gak ramah di kantong. Hehe. Niatnya pengen makan berat. tapi karena tau harganya, jadi urung deh pesan snack aja aman,  kalau enggak gitu, dompet boncos yeorobun . Mungkin emang yang dijual keunikan konsep dari cafe ini sendiri, jadi aku maklum. So, aku memesan Watermelon Whiz sejenis Jus Semangka, dengan topping creamer ditambah potongan buah semangka dan mentimun yang di iris tipis, untuk snacknya aku memesan Cassava Cheese atau yang lebih dikenal dengan nama singkong keju.

Tropical Cafe Surabaya

Sedangkan teman cantikku ini memesan Ice Latte tau kan ya ini apa? es kopi susu dengan topping bubuk aren dan Frenzy French Fries atau kentang goreng dengan taburan peterseli. Widih gaya ya, menunya serba inggris-an. Kalau untuk rasa, minumannya enak kok terutama minumanku, untuk snacknya standar sih, kan yang di pesan snack biasa. Hehe 

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya


Tropical Cafe Surabaya

Menurut info yang tertuangan dalam web setelah scan barcode. Café ini mulai dibangun pada tahun 2019 dan memang sengaja membuat konsep café yang berbeda dari café yang selama ini ada. Sebuah café yang memadukan antara Maroco Vibes dan Bali style untuk membuat pengunjung café betah berlama-lama berada di café ini. Bener banget nih mah!. Aku super beta di sana. Gak mau pulang, tapi berhubung inget kegiatan selanjutnya mau gak mau ya harus pulang yang penting udah dapat foto bagus. Hehe

Aku dan teman cantiku ini pada akhirnya tetap bekerja tapi porsinya lebih sedikit dari wacana. Maklumlah temen lama yang juarang banget ketemu sekali ketemu harus quality time buangeet. Selebihnya ya, kami tidak menyia-nyiakan waktu untuk bercerita banyak hal tentang masa muda  (sok iya banget sekarang udah tua), vacation terakhir kami bareng-bareng sebelum semuanya pada menikah, tentang pekerjaan masing-masing suka dukanya kerja online yang jauh dari main office, tentang pasangan, tentang kehidupan. Tentang apapun yang menarik untuk dibicarakanlah. Namanya juga cewek-cewek. Kalau ketemu ngapain aja sih, ngobrol kan ya? kalau gak gitu ya foto-foto gak lupa minta tolongin mas-mas yang bekerja di sono buat fotoin.


Baca juga: Surat Untuk Kawanku

Setiap ruangan atau sudut kafe menarik sebagai spot foto, gak sengaja kejepret pun hasilnya bagus. Pantas aja, pengelola mempersilahkan jika ada pasangan yang ingin melakukan  photoshoot yang tepat dengan fotografer profesional untuk pre-wedding, ataupun lainnya. pasti syarat dan ketentuan berlaku. Entah harus mengeluarkan dana lebih atau reservasi terlebih dahulu sekian hari sebelumnya. 

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Di kafe ini juga tersedia ruangan khusus untuk pengunjung tidak diizinkan memotret dan merokok. Mungkin untuk quality time kali yaa, but seriously ini cafee konsepnya ngena banget di hati. Bolehlah untuk kalian yang mencari-cari café yang instagramable di wilayah timur Surabaya bisa berkunjung ke sini.