Hidupmu Ya Hidupmu, Hidup Mereka Bukan Standartmu

hidupmu ya hidupmu hidup mereka bukan standartmu

Assalammualaikum pembaca budiman!. Sedang apa hari ini? Pasti sudah melakukan hal yang baik kan?. Sudah bulan -ber aja sekarang. Mendekati akhir tahun nih achievement pasti hampir semuanya gol kan ya? atau ada yang masih struggle?, gak apa-apa, setiap orang punya timing masing-masing, semangat yaa!. Yuk cerita-cerita di sini. 

Deep breath dulu, atur nafas lalu mulai membaca pelan-pelan artikel ini dan diresapi. Disclaimer ya, tidak ada unsur yang gimana-gimana terkait postingan ini. Sepeti biasa hanya ingin menyampaikan satu kebaikan versiku dan dengan caraku. Apalagi kalau bukan dengan menulis. Setidaknya bagi yang suka membaca tulisan ini ada niat baik yang ingin disampaikan dengan caranya. 

Ada satu kalimat yang sampai saat ini aku jadikan sebagai pegangan untuk terus bersyukur dan berbenah. Widih badas.. berat-berat. Hehe. simplenya begini “hidupmu ya hidupmu, hidup mereka bukan hidupmu!. Jangan pernah mau diatur orang lain, mengstandartkan diri atas patokan dari orang lain karena itu sangat berat. Serius.

I think as a human we have ever compare our self to other. Ya kan ? pasti pernah? Pasti dong  Sebagai makhluk sosial kesempatan berinteraksi dengan orang lain membuat kita sengaja ataupun tidak sengaja membanding-bandingkan hidup kita dengan mereka. Entah itu dari segi fisik, keuangan, karir ataupun hal kecil yang menurut oran tersebut gak penting tapi bagimu itu sangat bahkan perlu untuk di tiru, kok jatuhnya seperti FOMO  ya?. Iyap sedikit banyak mengarahnya ke sana. 

Baca juga: Memiliki Previlage dalam hidup 

Adalah hal wajar jika kita pernah membandingan hidup kita dengan orang lain. Kok wajar? Iya dong, bukan untuk menganggap bahwa hidup kita paling menderita atau serba minus sehingga gak patut diapresiasi. BIG NO!. Bukan itu ya tetapi dijadikan motivasi untuk mengkoreksi diri agar lebih baik lagi. Di bandingkan untuk dijadikan panutan. Tidak harus sama persis, setidaknya menjadi versi diri kita yang lebih baik lagi untuk kebaikan sendiri. Sampai sini paham kan ya pembaca budiman? Hehe. Guide line nya membandingkan untuk dijadikan motivasi bukan obsesi.

Membandingan diri hanya akan menambah beban mental

Beda cerita dengan orang yang selalu mengkomparasikan diri ke arah yang negatif. Harus seperti itu? Titik!. Pokoknya kalau gak seperti itu gak bahagia, gak afdol rasanya karena hidup orang tersebut adalah impian banyak orang. Siapa bilang? yakin impian banyak orang?, bagaimana kalau sebagian orang justru tidak ingin seperti itu. Mereka mengganggap bahwa hidupnya yang saat ini di jalani adalah sebuah proses, they just try enjoy their life no matter what

Lagi, bagaimana jika ternyata yang kamu upayakan ingin memiliki kehidupan seperti orang yang kamu anggap "sempurna" tidak sesuai dengan harapanmu. Iya kalau hidupmu seperti mereka, lah kalau enggak?. Menjadikan kehidupan orang lain menjadi tolak ukur hidup kita itu tidak masuk akal. Pertanyaan kedua, yakin bahagia?. Nah loh jadinya memicu stress kan, lagi-lagi kesehatan mental diabaikan. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain malah membuat kita terlihat menunjukkan ketidak bersyukuran dengan apa yang di miliki. menjadi golongan orang yang tidak puas dengan pencapaian diri sendiri. Yang jelas membandingkan diri terlalu berlebihan akan menambah beban mental. 

Sejak membahas issue mental di beberapa postingan terakhir, aku akui semuanya based on pengalaman pribadi ataupun dari hasil diskusi dengan orang yang sedang berada di fase "rasanya hidupku biasa-biasa saja". 

Sangat tidak enak merasakan berada di posisi di mana kita meragukan diri sendiri karena aku pernah di posisi demikian. Rasanya ingin bangkit tapi sulit, ingin memulai perubahan tapi tak tahu cara memulainya. Benar-benar berada di posisi stuck!. Aku seperti berperang dengan pikiranku sendiri, tapi percayalah selama sebagian dari dalam diri kita memberikan dukungan untuk berubah dan tidak merasa rendah diri, kita harus pertahankan itu meskipun memerlukan waktu. Nah di sini aku ingin share versiku supaya tidak terlalu sibuk membandingkan diri dengan apa yang orang lain miliki, mungkin  beberapa dari kalian juga bisa mengamininya, 

Baca juga: Hadiah untuk Seorang blogger 

Self Love atau mencintai diri sendiri apa adanya

Aku percaya bahwa setiap manusia di muka bumi ini memiliki peran penting. Meskipun ada yang memiliki kekurangan, tentu dia juga memiliki kelebihan yang suatu saat akan membuat perubahan besar sepanjang hidupnya diarah yang lebh baik. Yes I belive it. Kelelebihan ini yang harus di gali dengan Self love dan bersyukur dengan berbagai keadaan. Self love di sini aku artikan dengan mencintai diri sendiri apa adanya.  Apa adanya tanpa tanda kutip ya. Haha. Yang artinya menerima segala apa yang kini dihadapi dengan berpikiran positif, menerima kekurangan diri sebagai bagian dari eksistensinya kita yang sekarang. Self love itu penting, untuk kita  terhindar dari stress yang di sebabkan oleh banyak tuntutan hidup. Proses self love juga macem-macem, seperti yang aku bilang di awal setiap orang punya timing masing-masing, jadi jangan jadikan beban karena masa-masa kecewa, marah, terluka itu juga harus kita rasakan untuk bisa memaknai hidup yang kita jalani saat ini, tapi ingat seperlunya jangan sampai terjerumus dan lama bertahan dalam masa-masa seperti itu. 

Thanks to your self everyday

Biasakan mengeluarkan kalimat positif pada diri sendiri setiap hari. Nah untuk aksi ini aku sering terapkan ke diriku, semisal ketika bangun tidur dan di depan cermin “kamu cantik, unik, awesome terima kasih sudah bertahan di dunia yang semakin gila ini”. Aku berusaha menghargai diriku dengan berkata demikian. Intinya afirmasi positif untuk diri sendiri. Jika dilakukan terus menerus menurutku akan menimbulkan self confident. Kepercayaan diri akan meningkat sehingga perasaaan membandingkan diri dengan orang lain akan terkikis, justru akan berubah menjadi rasa syukur dengan apa yang di miliki saat ini. ibaratnya Point of view yang berbeda dengan situasi yang sama. 

So, hidupmu adalah hidupmu yang jalannya sudah di tentukan, dan dapat kamu rubah sesuai usahamu. Sedangkan hidup mereka, apapun yang mereka lakukan itu hak mereka yang tak patut kamu jadikan standart bahagia. Kita tak pernah tahu mungkin mereka mati-matian berusaha untuk meraih posisinya saat ini dan tidak tersorot olehmu. Begitu pula dengan usaha kita untuk mencapai level tertentu seharusnya patut untuk di apresiasi sekecil apapun itu.  So, stop to compare your self dengan hidup orang lain. Bahagiakan hidupmu dengan caramu sendiri, tanpa memaksa dan meniru dan jangan korbankan dirimu untuk kepentingan orang lain.

13 komentar:

  1. Setuju banget!

    Meski saya butuh waktu beberapa lama untuk sampai di posisi, menikmati diri sendiri, dan udah nggak pernah lagi mau iri terhadap hidup orang lain, karena saya sangat yakin bahwa semua manusia itu sebenarnya dikasih tantangan dan rezeki yang sama, yang tentunya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mba, iri dengan kehidupan orang lain itu kayak menimbun penyakit hari di diri sendiri.
      Setujaa mba, pdahal takaran tantangan dan rezeki orang lain itu sudah diatur berdasarkan kemampuan.

      Hapus
  2. Allah menciptakan nasib orang tidak sama. Ngapain menambah beban pikiran dengan membandingkan diri dengan orang lain. Terima kasih telah berbagi, Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju bu,nasib orang memang tidaak sama tergantung kemampuan dan kebutuhan. yuk ciptakan kehidupan sehat dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.

      Hapus
  3. Galak banget mba judul artikelnya hhh

    BalasHapus
  4. Wah setuju banget, jangan sampe kena mental kayak saya karena bertahun-tahun berusaha menyenangkan hati orang dan jadi menderita sendiri. Hehehe. Salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh. jangan dong mba. yuk be your self, how have to be happy by your own way yaak.. yuk semangat yuk ...

      Hapus
  5. "jadilah diri sendiri" kalimat itulah yg sering saya ucapin baik utk diri sendiri maupun org lain. Lam kenal. Saya follow ya... kalo tak keberatan folback ya... ^_^

    BalasHapus
  6. saya selalu berusaha untuk tidak hidup dalam pikiran orang lain, contoh hidup dalam pikiran orang lain adalah "nanti apa kata orang....", atau pikiran semacam itu...
    juga saya berusaha untuk tidak memasukan orang lain dalam pikiran kita, contohnya selalu bilang "harusnya dia begini..."; "harusnya dia begitu...."

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju kak .. tidak masalah menjadi berbeda toh memang jalannya sudah berbeda, berbenah boleh kearah lebih baik, tapi tidak mengikat harus seperti A, atau B . cukup menjadi diri sendiri dengan versi yang terbaik versi kita. semangat!!

      Hapus
  7. Capek atuh mah, klo dengerin pendapat orang lain terus ya. Karna apapun yang kita kerjakan, selalu ada pro dan kontra. Jadi prinsipku, setialah pada diri sendiri. Apa yang kuputuskan sudah kupikirkan dengan baik dan matang. Yang mengetahui apa yang terjadi juga ya kita sendiri. Pada akhirnya bisa menerima, kalau tidak bisa menyenangkan semua orang. Yang paling penting hatiku senang, dan tidak merugikan orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah bener mba, perlu di highlight nih " setialah pada dirimu sendiri" . setujaa aku.
      benar selama hati senang, tidak merugikan orang lain pun tidak dengan diri sendiri.

      Hapus