Selamat Memperingati 1057 Hari Pernikahan Mas!

   

Assalammualaikum pembaca budiman, bagamana kabar kalian? Kuharap akan selalu baik-baik saja, jangan lupa bahagia yaa. Masih sering dapat SMS dari Kominfo terkait covid? Kalau aku iya, justru sekarang dilengkapi dengan embel-embel #VaksinHarusLengkap. Jangan kendor untuk selalu menggunakan masker di mana pun dan kapan pun yaa. Jangan lupa juga lengkapi diri dengan booster, karena ke depannya itu yang akan menjadi syarat bepergian menggunakan kendaraan umum. Catet!

Hari ini tanggal 23 Agustus 2022. Selamat hari ulang tahun pernikahan yang ke 1057 hari untuk aku dan mas bojo. Semoga semakin bertambahnya usia pernikahan, semakin dalam pula rasa pengertian, tanggung jawab dan cinta yang terpupuk. We don’t know what’s a head, tapi semoga bisa melewati setiap ujian sama-sama, dan dipertemukan di surgaNya.  Amiin. Kok kayak make a wish gini ceritanya. hehe

Baca JugaSi Penulis Yang Meniqah

Pernikahan di hari 1057, kenapa gak disebut pernikahan ke -3 tahun aja sih (mungkin ada yang penasaran tanya gitu). Jawabannya karena pengetikannya tersirat banyak makna, tidak hanya sekedar angka. 1057 Menunjukkan sudah ribuan hari telah kami lalui menjadi pasangan halal atas izin Allah. Sisa hidupku yang telah kupasrahkan padanya, kupatuhkan rinduku untuk selalu tunduk dan mengikuti sabdanya dan semua itu telah berjalan sekian ribu hari. Meskipun 1057 hari masih bukan apa-apa daripada pasangan di luar sana yang terpenting kami bisa menjadi pasangan yang saling mengerti sejauh ini.

 Kata orang, pernikahan tahun 3 adalah pernikahan yang masih seumur jagung, kecil ya? ya begitulah. Hehe. Semua hari yang terlewat begitu mengesankan dan terasa ringan karna di lalui berdua. Semoga selalu ada hari-hari selanjutnya, karna kami tau ini masih sangat awal, masih banyak rintangan yang perlu kami hadapi. Semoga selalu bergandengan tangan dalam melewati setiap ujian yang menghadang.

Walaupun dalam tahun ini kami belum dikarunia momongan, kami tetap bersyukur, Allah telah mencukupkan rezeki kami dengan cara yang lainnya. Beberapa keinginan kami yang sempat terlontar di awal pernikahan terwujud di tahun ini. Semuanya tentu karena Allah Maha Adil. Alhamdulillah. Cinta kami juga masih terus tumbuh subur karena selalu di pupuk setiap hari. Sejujurnya semua pernyataan ini menurutku telalu lebay, haha tapi  yang jelas aku sama mas bojo selalu menyakini, pasti suatu saat nanti Allah akan mengabulkan doa-doa yang kami di waktu yang tepat perihal momongan. Sementara ini kami nikmati waktu berdua dulu. Kemana-mana berdua, Positif thinking dengan aktivitas yang dikerjakan, travelling berdua. Intinya tidak membuat itu sebuah beban yang harus diratapi.

Fase penuh drama

Menjadi pasangan suami istri yang hampir 24 jam bertemu dengan orang yang sama tentu banyak sekali godaannya. Awal-awal menikah, jauh sekali dari kata adem ayem. Kebiasaan masing-masing kadang membuat otak mendidih dan bibir komat-kamit karena adanya perbedaan sudut pandang keseharian sebelum menikah. Ataupun perkara sepele seperti tugas yang sudah diberikan tak segera dikerjakan. Aku pikir, ketika aku memutuskan menikah dengan mas bojo, tidak akan ada perbedaan yang berarti tentang dia. Tapi nyatanya aku SALAH. Setelah menikah dan bersama dia 24 jam full dan berulang ke esokkan harinya, aku tau suamiku ini seperti apa orangnya. Bukan kayak power ranger ataupun manusia macam spiderman ataupun Iron Man yang punya kekuatan khusus. Bukan ya..

Mungkin karena masih di fase awal menikah, kami harus menyesuaikan diri satu sama lain. Hal-hal remeh yang menurutku tidak seusai ataupun sebaliknya menjadi sebab pertikaian kami. Padahal sebelum menikah, kami minim cekcok. Eh minim ya, bukan berarti tidak ada sama sekali. Konflik dalam hubungan tentu ada, itu pun tak lama karena dia lebih banyak mengalah dan meminta maaf.

Namun setelah menikah, dia lebih otoriter karena merasa menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab atas semua penghuni rumah. Sedangkan aku, wanita berjiwa mandiri dan keras kepala pula yang tidak suka terlalu di kekang. Dalam hati “kenapa dia begini” Drama rumah tangga pun mewarnai hari-hari kami. Sempat ada pikiran menyesal kenapa harus mengiyakan ajakannya menikah tapi itu dulu, namanya juga masih jiwa muda. Haha. So drama yaa, tapi kalau di pikir-pikir lagi, menikah dengannya juga suatu keberuntungan yang diamini banyak orang.

Beruntungnya, mas bojo tak pernah bentak aku, menurutku ya ini. Even he get angry already dia gak pernah berkata kasar kepadaku sekali pun bahkan sampai detik ini. Alhamdulillah. Tapi anehnya, ketika kami sedang pillow talk baru-baru ini, dia mengatakan pernah sekali dan itu ketika kami masih tinggal di kos-kosan, dia sempat menyesal melakukannya. Tapi menurutku tidak pernah, karena nada bicaranya tak pernah tinggi seperti orang marah ataupun teriak pada umumnya.

Lah dia marahnya gimana? Marahnya dia itu kelihatan kok dari caranya bicara sudah nyelekit tuh kalo lagi marah ngomong, cara dia menatap dan berperilaku. Wajar dong ya, manusia biasa masih ada emosi, masa iya dia gak pernah marah. Hehe.

Lalu bagaimana kami berdamai dengan keadaan? Aku dan mas bojo sebisa mungkin menyelesaikan setiap permasalahan selalu berdua. Seperti yang aku info tadi, aku tipikal wanita keras kepala. Aku lebih sanang mengutarakan yang aku rasakan, setelah lelah ngomel (namanya juga wanita ya, kalau gak ngomel kayak gak lega gitu). Aku memilih diam sejenak dan tidak mengajaknya bicara terlebih dahulu Gengsiku masih gueede banget. Hehe. Jadi dia yang mengalah dan mengajakku untuk membahas duduk perkaranya dengan kepala dingin. Kami kembali belajar karakter masing-masing, mungkin sampai saat ini juga masih belajar.

Setelah clear dan saling meminta maaf, kami kembali menjadi pasangan serasi. Aneh? Pasti. Aku tak tau kenapa bisa seperti itu, beberapa saat yang lalu marah-marah, tapi seketika berubah melunak saat dia melakukan hal konyol yang membuatku tertawa terpingkal. Begitulah cara kami memperbaiki dan mempertahankan rumah tangga.

Dia bukan orang romantis

Manusia tidak ada yang sempurna begitupun kami. Sejujurnya aku tidak mempersiapkan apa-apa di hari ini. Rutinitasku normal seperti ibu rumah tangga kebanyakan. Bangun pagi, memasak, membersihkan rumah, kerja secara online, istirahat, menyiapkan malam malam, kemudian nantinya ketika mas bojo pulang kerja yang aku lakukan ya chit chat dengannya. Iya seperti itu. Nothing special. Sejauh artikel ini terbit sih rencananya begitu. 

Aku berani bertaruh mas bojo tidak akan ingat tentang hari ini. Tanggal dan tahun berapa kami menikah saja dia sering keliru (emang gitu ya laki-laki? Atau cuma bojoku.). Dia hanya ingat tanggal kami lamaran, aneh ya? tapi tak apa setidaknya ada yang dia ingat tentang moment bahagia kami.

Setahun pertama tentunya kesal, kenapa tidak ada surprise dari dia. Makan diluar mungkin. Mengharap ya. Haha kebanyakan kena drama queen aku ini. Setidaknya ada tindakan yang mewakili hari pernikahan kami. Paling gampangnya nih, semisal seluruh pekerjaan rumah dia yang handle. Walaupun di hari biasanya ya dia tetap membantu mengurus pekerjaan rumah. Tapi khusus hari ini, aku minta yang lebih. Hehe. Sayangnya Mas bojo benar-benar lupa dengan hari kami mengikat janji suci di 1057 hari yang lalu. Aku harus memancingnya dulu, baru dia bilang “oh iya ya?” hanya itu.

Di tahun kedua, mengingat kejadian di tahun pertama di luar ekspetasi. Aku semakin paham karakter yang dimiliki suamiku: ternyata mas bojo memang begitu orangnya, pelupa dan bukan orang yang romantis. Bahkan keluarganya sering berpesan untuk mengingatkan mas bojo terkait-hal yang menurutku itu sangat simpel. Hhehe. So, tidak mungkin ada karangan bunga mawar, coklat, tart apalagi ucapan selamat. Lalu sekarang di perayaan hari 1057? Bisa di tebak meskipun hari ini bersejarah, akan terasa seperti hari-hari biasanya. Emang hari biasanya gimana? Penuh cinta, penuh garam, penuh gula, penuh madu, penuh doa dan penuh perjuangan. Aku sudah tidak ambil pusing, memang mas bojo orang seperti itu.

Baca Juga: Topik Yang Harus Selesai Sebelum Menikah


Aku tak lagi kesal meski tanpa perayaan seperti kebanyak pasangan lainnya. Pasalnya, mas bojo tetap menomersatukan aku dengan caranya. Menurutku begitu. Apa pun yang aku butuhkan sebisa mungkin dia penuhi even its takes time. Itu yang membuat aku mengakui walaupun dia bukan orang romantis, dia tetap berusaha sebaik mungkin untuk membahagiakanku

Sampai saat ini konfilik kecil akan selalu ada, meskipun begitu kami menggangap itu sebagai pemanis dalam rumah tangga. Selama kami masih bisa saling menjaga, saling berusaha dan mengamini niatan kami menikah, insya allah perjalanan rumah tangga kami akan selalu indah. Yang terpenting, kami terus belajar dan belajar, karena menikah adalah ibadah seumur hidup yang tak pernah lekang oleh waktu. 

Sekali lagi, selamat ulang tahun pernikahan mas bojo… 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar