Nongkrong Asyik di Tropical Coffee Surabaya


Tropical Cafe Surabaya

Assalamu'alaikum pembaca budiman. Mendekati tanggal gajian mau sedikit cerita nih, finally bisa menyempatkan diri bertemu dengan teman lama plus yang sekarang jadi partner kerja online. Sejak pindah Mojokerto, banyak banget janji yang terlewatkan karena satu dan lain hal. Berhubung kemarin ke Surabaya-nya agak lama dan jadwalnya kosong, cus chat bentar buat konfirmasi berkunjung kerumahnya. Alhamdulillah oke. 

Hidden Gems di Surabaya!

"nanti ngafe yuk, kerja di luar" ajaknya. Dia pengennya kerja bareng sambil ngecafe deket rumah, hitung-hitung refresing biar keluar dari “kandang”. Ha ha. Aku sih iya-iya aja toh emang niat utamanya ketemu. Unplanned meet ini membawa kami pada tempat yang menurutku itu adalah sebuah Hidden Gems . Kami berkunjung ke sebuah kafe ala-ala daerah topis, Tropical Coffee Surabaya namanya, berlokasi di Jl Keputih Timur Raya No 20A, daerah pinggiran kota Surabaya.

Baca juga:  Usianya just a number tapi kenyataannya

Begitu masuk cafenya aja sudah di buat WAHH., Pintu masuknya seperti bangunan Maroko, eh pas masuk kayak di Bali. Eyes cathing sekali desainnya dari kafe sekitar. Udah siap ngekonten nih di benak. Kebetulan ketika sampai di sana, kondisi cafenya gak begitu rame, mungkin karena baru jam buka cafe.

Perpaduan konsep yang menarik

Cafenya lucu, berkonsep ala-ala Bali style gitu yang dikelilingi warna peach sebagai dominan. Ditambah kumpulan jerami yang di tata rapi digunakan untuk atap dan beberapa rotan yang dibentuk sedemikian rupa sebagai wadah lampu atau hiasan serta cermin-cermin kekinian (ya kan jadi  rindu vacation ke Bali lagi, dududu). 

Indoor  ,  outdoor   ataupun semi outdoor semua menarik. Rasanya mau pindah-pindah duduk aja. Haha. Bahkan untuk area outdoor gak perlu takut kepanasan karena bayangan tanaman yang menjulang tinggi dan atap ruangan semi outdoor bisa melindungi tamu yang memilih duduk di sana. Tanaman asli sebagai penghias di setiap sudut ruangan pun menarik untuk ikut masuk frame kamera.

Tropical Cafe Surabaya


Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Baca Juga:  Karang di Pantai Timang Jogjakarta

Memiliki Banyak Variasi Menu

Setelah memilih tempat kami duduk, yang berada di tengah-tengah area indoor dan outdoor , pelayan café menghampir, menyapa memberi salam dan berpantun. Loh kok?. Enggak deng dia hanya datang membawa selembar menu yang bisa kami corat-coret. Sengaja memilih menu yang harus berbeda, supaya kegiatan cicip mencicip jajan masing-masing tidak lekang oleh dompet tebal. Hehe. Lah kok gitu? kalo dompet tebal kan bisa pilih ini itu, ina inu dan bisa bayar sendiri bahkan pesanan pun bisa sama. Maka dari itu, jangan sampe budaya cicip mencicip hilang dari muka bumi meskipun dompet pada tebal yaak.

Selain lembar menu yang diberikan kepada kami, setiap meja juga memiliki aplikasi scan barcode menu untuk mengetahui menu apa saja yang tersedia. Cukup canggih ya, udah 2x nih aku menemukan tempat kongkow yang  ready  scan barcode menu. Satu di Jogja satu lagi di sini. 

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Dari harga menu yang aku amati mayan mahal ya, gak ramah di kantong. Hehe. Niatnya pengen makan berat. tapi karena tau harganya, jadi urung deh pesan snack aja aman,  kalau enggak gitu, dompet boncos yeorobun . Mungkin emang yang dijual keunikan konsep dari cafe ini sendiri, jadi aku maklum. So, aku memesan Watermelon Whiz sejenis Jus Semangka, dengan topping creamer ditambah potongan buah semangka dan mentimun yang di iris tipis, untuk snacknya aku memesan Cassava Cheese atau yang lebih dikenal dengan nama singkong keju.

Tropical Cafe Surabaya

Sedangkan teman cantikku ini memesan Ice Latte tau kan ya ini apa? es kopi susu dengan topping bubuk aren dan Frenzy French Fries atau kentang goreng dengan taburan peterseli. Widih gaya ya, menunya serba inggris-an. Kalau untuk rasa, minumannya enak kok terutama minumanku, untuk snacknya standar sih, kan yang di pesan snack biasa. Hehe 

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya


Tropical Cafe Surabaya

Menurut info yang tertuangan dalam web setelah scan barcode. Café ini mulai dibangun pada tahun 2019 dan memang sengaja membuat konsep café yang berbeda dari café yang selama ini ada. Sebuah café yang memadukan antara Maroco Vibes dan Bali style untuk membuat pengunjung café betah berlama-lama berada di café ini. Bener banget nih mah!. Aku super beta di sana. Gak mau pulang, tapi berhubung inget kegiatan selanjutnya mau gak mau ya harus pulang yang penting udah dapat foto bagus. Hehe

Aku dan teman cantiku ini pada akhirnya tetap bekerja tapi porsinya lebih sedikit dari wacana. Maklumlah temen lama yang juarang banget ketemu sekali ketemu harus quality time buangeet. Selebihnya ya, kami tidak menyia-nyiakan waktu untuk bercerita banyak hal tentang masa muda  (sok iya banget sekarang udah tua), vacation terakhir kami bareng-bareng sebelum semuanya pada menikah, tentang pekerjaan masing-masing suka dukanya kerja online yang jauh dari main office, tentang pasangan, tentang kehidupan. Tentang apapun yang menarik untuk dibicarakanlah. Namanya juga cewek-cewek. Kalau ketemu ngapain aja sih, ngobrol kan ya? kalau gak gitu ya foto-foto gak lupa minta tolongin mas-mas yang bekerja di sono buat fotoin.


Baca juga: Surat Untuk Kawanku

Setiap ruangan atau sudut kafe menarik sebagai spot foto, gak sengaja kejepret pun hasilnya bagus. Pantas aja, pengelola mempersilahkan jika ada pasangan yang ingin melakukan  photoshoot yang tepat dengan fotografer profesional untuk pre-wedding, ataupun lainnya. pasti syarat dan ketentuan berlaku. Entah harus mengeluarkan dana lebih atau reservasi terlebih dahulu sekian hari sebelumnya. 

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Tropical Cafe Surabaya

Di kafe ini juga tersedia ruangan khusus untuk pengunjung tidak diizinkan memotret dan merokok. Mungkin untuk quality time kali yaa, but seriously ini cafee konsepnya ngena banget di hati. Bolehlah untuk kalian yang mencari-cari café yang instagramable di wilayah timur Surabaya bisa berkunjung ke sini. 

Review Hotel : Semalam Di Everyday Smart Hotel Malang

Assalamu'alaikum pembaca budiman. how's life penuh perjuangan bukan? Sama seperti ini bulan ini, Agustus. Selamat memeriahkan hari kemerdekaan pembaca budiman. Semoga kita mampu menghargai perjuangan para pahlawan, dengan cara kita bertahan di kejamnya dunia tidak membuat negeri tercinta ini hancur karena ego masing-masing. i wish august will be nice for all of us. Sedaap bener!! 

Baca Juga:  Dari Taman Sari ke Yamie Panda Taman Siswa

Ngomong-ngomong, mau cerita nih tentang staycation kemarin. Hehehe. Mumpung masih segar kenangannya. Alhamdulillah bisa short escape lagi, plus reunian dengan teman sekolah dulu, meskipun beda hotel tapi tetap quality time kita patut di acungi jempol. Kenapa kok gitu?, Actually i came in Malang because Mas Bojo did his job, nah aku nimbrung ikut buat meet up sama si temen ini. Bertemulah aku dengannya sesuai meet point di Alun-Alun Kota Malang. Pertemuan ini pertama kali sejak aku menikah, jadinya saat bertemu kami agak heboh. maklum ciwi-ciwi kalau ketemu kayak gimana sih, rempong kali ya. Setelah memastikan bertemu dengan temanku ini, aku pamitan dengan mas bojo doski harus kembali melakukan pekerjaan. 

Setelah chit chat dan berwisata ke kebun bunga sampai pukul 6 sore, akhirnya kami memutuskan untuk berpisah. Temanku yang baik ini mengantarkanku menuju tempat menginap yang telah di pesankan atas nama mas bojo. Alhamdulillah, kantornya baik banget. Patut di contoh perusahaan lain nih. Yaa, kayak perusahaan tempat aku bernaung dulu deh, minimal. Hehe

Staycation ini bener-bener menyenangkan. kalau ada yang tanya ketagihan staycation kah? Yup tapi sebenarnya staycation juga dalam rangka dinas mas bojo, menyelam sambil minum air kan? hehe. hitung-hitung untuk mencari suasana baru. Even di rumah lagi gak ngapa-ngapain, itu juga bisa ngebuat suntuk loh. Apalagi di rumah banyak kerjaan, tambah suntuk dan butuh healing kan (ini kalau menurut aku yaa). Gak takut ketagihan? Aku sudah ketagihan yeorobun. Hehe. Sejak bekerja di agen perjalanan, aku sering memanfaatkan compliment yang aku dapat dari hotel, baik itu untuk aku gunakan sendiri ataupun aku jual kembali. kebanyakan sih aku jual kembali dengan harga miring, mayan buat uang jajan. 

Baca Juga :  Menulis Menyehatkan Mentalku

Manfaat staycation buat aku pribadi, kegiatan yang sangat  membantu sekali untuk merefresh otak. aku bisa menemukan inspirasi untuk tulisan selanjutnya. Berhubung yang dimaksud dengan tulisan selanjutnya ya review hotel. jadi di maksimalkan dong, menamati seluruh hotel ini. Entah kenapa, rasanya mood kembali membaik dan seger like gamon (gagal move on) dari hal yang indah-indah apalagi kalau membahas tentang staycation .

Hotel yang akan aku review kali ini adalah Everyday Smart Hotel Malang. Namanya review berarti setelah aku singgah di sana dong ya, jadi semua yang aku curahkan nantinya adalah pure dari hasil pengalaman dan pengamatan pribadi no suntik-suntik drama, kali aja ada yang endorse. Haha mengharap sekali. husst! yuk lanjut ngetiknyaa.

Everyday Smart Hotel adalah hotel bintang dua yang berada di daerah hits Malang. Bangunan yang menjulang tinggi diantara bangunan sekitarnya ini berlokasi di Jl Seokarno-Hatta No. 2. Lowokwaru, Kota Malang.  Which is nearby with convinience store and culinery yang kerap kali jadi tempat jujukan kera-kera (arek-arek) Malang. Dekat pula dengan salah satu universitas ternama di Malang Universitas Brawijaya dan beberapa kampus lainnya. 

Posisi Hotel Everyday Smart Hotel ini ternyata menyatu dengan Apartemen Soekarno Hatta. Itu yang aku tangkap saat Pertama kali tiba di area Drop off  yang ada di lantai 1. After say good bye to my friends, karena hotelnya juga cukup jauh dari tempatku saat ini.Memasuki kawasan hotel ataupun apartemen, aku melihat ada 2 meja security yang bersebrangan dengan label masing-masing Apartemen Soekarno-Hatta dan Hotel Everyday Smart Hotel. Masing-masing meja pun memiliki ruang tunggu. Sedangkan untuk area parkir mobil ataupun motor tamu dan karyawan berada di basement 1 & basement 2. 

Baca Juga : Plesir Gumuk Pasir Pantai Dlodo

Mendekati meja khusus hotel, setelah mengatakan jika aku tamu hotel dan reservasi by online, security tersebut membantuku membukakan pintu kaca, pembatas antara lift dan ruang tunggu luar. Security tersebut menyuruhku menuju lantai 7 bertemu reseptionis. Sekilas aku tampak kebingungan, aku kira butuh card detector untuk menuju lantai 7, ternyata tidak. Tamu yang datang meskipun belum melakukan proses check in atau akan melakukannya bisa langsung menuju lantai 7 asalkan mendapatkan konfirmasi dari security yang menjaga dua meja tadi. 


Terdapat 3 lift di bangunan ini, 1 lift yang biasanya digunakan untuk barang dan ukurannya lebih besar dari 2 lift lainnya. 2 lift selanjutnya di peruntungkan untuk tamu yang keduanya bisa digunakan untuk akses apartemen ataupun hotel. Jujur aku menunggu lift yang datang agak lama entah karena memang lift tersebut kondisinya full atau karena terlalu tinggi bangunan yang bisa mencapai lantai 19 sehingga memperlampat jalan lift.

Tiba di lantai 7, aku langsung menuju reseptionis. Dibantu oleh staf yang super ramah proses check in berjalan lancar, setelah menyerahkan KTP lalu mengisi formulir tamu barulah aku diberikan kunci kamar atau card detector yang juga berisi informasi fasilitas kamar hotel dan voucher makan. Sekilas tentang lobby Everyday Smart Hotel ini. Areanya lobby cukup luas. Untuk posisi meja reseptionisnya menghadap pintu keluar 3 lift. Lebih tepatnya diantara 2 lorong menuju kamar hotel. Terdapat 2 set sofa hitam dengan posisi berhadapan, dilengkapi dengan bantal berwarna kuning biru, warna khas hotel Everyday dan meja kaca. Terdapat pula rak majalah, TV layar datar 32 inchi dan tempat refill minuman di setiap lorong dan area meja reseptionis.


Type kamar di everyday Smart Hotel ini terbagi menjadi 3 jenis, Standar, Superior dan Deluxe room. Aku mendapatkan kamar standart twin bed & non smoking room  city view yang ada di lantai 11 letak kamarnya berada di tengah-tengah lorong. Sempat protes kenapa harus twin bed, karena reservasi di awal double bed, ternyata karena kondisi hotel saat itu sedang penuh, tapi jika ingin double bed, tamu diizinkan untuk menyatukan ranjang twin bed sendiri. 

Super riweh sekali, tapi gapapa karena sama bojo As long ranjangnya empuk enak dan nyaman dibuat bobok. Menuju kamar, aku disuguhkan dengan lukisan abstrak di setiap dinding-dinding lorong. Begitu card detector aku tempelkan dan membuka pintu kamar, yang aku tatap pertama kali adalah wastafel yang posisinya tepat di samping pintu masuk kamar. Hehe. Lalu untuk kamar mandi, posisinya berada di sebelah kanan pintu masuk. Siap-siap mengeluarkan handphone, lalu jeprat-jeprat fasilitas kamar seperti biasanya. 




Room standart ini cukup luas, kurang lebih ukuran kamar 18meter persegi. Diatas ranjang twin bed terdapat lukisan berukuran sedang. Untuk fasilitas kamarnya sendiri seperti kamar standart hotel pada umumnya, meja belajar ambalan di ujung kamar dilengkapi dengan lampu dan kursi duduk. 2 botol welcome drink, dan 1 kotak tissue, Meja dan lampu tidur di kanan kiri ranjang. TV LED berukuran 29 inchi, Wi-fi, Pesawat Telepon, 1 pasang sandal hotel, AC yang super adem berkali-kali nyala matiin -nyala matiin. Hehe, lalu tempat penyimpanan baju & hanger, cool and hot water shower, closet duduk. Sedangkan untuk Coffe dan tea maker tidak disediakan di kamar ini, fasilitas tersebut hanya di peruntunkan untuk room di atas standart. Mengsedih yaa

Lagi, setelah tau mendapatkan ranjang twin sharing sudah ngebuat hati ternyes gitu (apaan sih. Haha) Bantal di kamar standart hanya di sedikan satu, tanpa guling ataupun bantal kecil khas hotel di masing-masing ranjang. Ini nih yang bikin bete jugaa. Bantalnya gak tinggi, ceper banget. So, kalau nonton TV kayak nonton liat atap pas, gak nyaman. Haha.

Untuk personal care atau toiletries terdiri, 2 handuk, hand soap, 2 gelas, 1 sikat + pasta gigi dalam kemasan, keset handuk, body wash yang juga bisa digunakan untuk sampo. Menurutku ini masih kurang sih, biasanya meskipun hotel standart untuk toiletries dilengkapi dengan sanitary bag, shower cup, sisir putih kecil tapi balik lagi, mungkin kebijakan hotel memang seperti itu.

Nah, untuk sikat gigi ataupun sandal hotel karena yang tersedia di kamar hanya 1, kita bisa request tambahannya di reseptionis it means back to reseptionis and ask, tapi ribet banget gak sih? Harus kembali ke lantai 7 dan ambil sendiri sedangkan kamarku ada di lantai 11. Kenapa gak langsung aja disediakan di kamar. Haha.

Selain itu, karena room standart yang aku tempati ini memiliki akses connecting door, jadi ketika room sebelah bepenghuni, percakapan mereka cukup terdengar dan itu mengganggu. Untuk  wifi  pun, bener-bener bikin dada istigfar mulu. Haha lemot banget, gemes jadinya.

Tapi aku terhibur dan cukup wah dengan pemandangan kota Malang dari kamar lantai 11, cukup epiclah sebagai perlipur lara. Sayang kalau gak di foto. Hehe

Selain review kamar dan fasilitas kamar hotel, enggak lengkap rasanya kalau tidak review restorannya karena pesan room ini kan include breakfast. Restoran hotel berada di lantai 11. Tepatnya di tengah-tengah lorong dan dapat ditemukan saat keluar lift, jadi tidak sulit untukku menemukannya. Seperti hotel berbintang lainnya. Sarapan yang di sediakan berbagai macam dan para tamu bisa memilih dengan suka hati. Ya tentunya dengan menu yang telah di sediakan hotel. Jujurly untuk makan pagi yang di sajikan menurutku B aja. Hehe. Menunya standart, Aku tidak banyak mengambil lauk pauk, karena memang kurang pas dengan seleraku. (tapi di foto kelihatan banget lapernya yaa). Hehe 

Untuk makan siangnya karena posisi juga sudah Check out, aku mencoba referensi bakso Solo yang ada di malang dari teman kerja mas bojo “Bakso Solo Kidul Pasar” . Baksonya sih enak, tapi harganya bikin kantong menjerit. Kwkwkw. Dua porsi bakso dan 2 gelas minuman dingin which is itu es teh dan es jeruk hampir 60.000 mahal sekali menurutku untuk harga bakso 2 porsi . Lokasinya pun seperti warung pinggir jalan, tapi harganya. bener-bener bikin makan itu gak nyaman. Haha 

Balik lagi ke area restoran hotel, menurutku cukup kecil. Lagi-lagi di dominasi warna biru dan kuning untuk area buffe, sedangkan meja kursi menggunakan warna coklat dan putih. Terdapat pula TV layar datar di depan dan di belakang dinding resto. Karena resto ini mengunakan dinding kaca, jadi aku bisa melihat bangunan sekitarnya seperti; Masjid Raden Patah, Gedung Administrasi Universitas Brawijaya, Gedung layanan bersama, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan beberapa gedung bertingkat lainnya. Waah cukup tinggi kan tempat aku berdiri.




Lanjut, karena aku penasaran dengan kolam renang dan gym yang ada di lantai 1, aku coba cek deh sama mas bojo. Untuk kolam renang ini aku pikir masih dalam building, sayangnya aku keliru. Letak kolam renang berada di luar gedung dan harus melewati area Drop Off yang bisa di asumsikan area orang lalu lalang. belum lagi di lantai 1 juga merupakan convenience store. Gak seru dong ya, pake baju renang terus rea-reo di area umum sebelum nyempung ke kolam kayak gak ada privasinya. Ini yang bikin aku mengurungkan niat untuk berenang, meskipun ketika melihat kolam renang bawaannya pengen turun mulu. Sedangkan untuk gym, karena sudah terlanjur kecewa liat kolamya, aku mengurungkan diri melihat gym dan memutuskan check out lebih awal. Sayang ya jamnya? Ya karena mas bojo juga melanjutkan aktivitas kerjanya untuk melakukan kunjungan dan lanjut meeting. Biasanya sih aku stay di hotel dulu sampai jam check out sembari nunggu jemputan mas bojo, tapi karena mood lagi buruk, jadi ya better ngikutlah. 

Dari review yang aku cek, hotel plus apartemen ini cocok untuk kalangan pelajar ataupun mahasiwa, di samping berada di tengah kota Malang, untuk harganya dianggap "murah" diantara penginapan yang berada di sekitarnya. Emang begitu ya? Komen deh kalian kalau yang pernah stay di sini.  Sedangkan untuk bisnis atau untuk family stacation menurutku tempat ini B aja, itu untuk room standart yaa, mungkin jika pilih room superior atau di atasnya berbeda lagi. 

Balik lagi, semua yang aku tulis ini murni pengalamananku selama tinggal di sana.  Sampai ketemu di artikel selanjutnya pembaca budiman.

Selamat Memperingati 1057 Hari Pernikahan Mas!

   

Assalammualaikum pembaca budiman, bagamana kabar kalian? Kuharap akan selalu baik-baik saja, jangan lupa bahagia yaa. Masih sering dapat SMS dari Kominfo terkait covid? Kalau aku iya, justru sekarang dilengkapi dengan embel-embel #VaksinHarusLengkap. Jangan kendor untuk selalu menggunakan masker di mana pun dan kapan pun yaa. Jangan lupa juga lengkapi diri dengan booster, karena ke depannya itu yang akan menjadi syarat bepergian menggunakan kendaraan umum. Catet!

Hari ini tanggal 23 Agustus 2022. Selamat hari ulang tahun pernikahan yang ke 1057 hari untuk aku dan mas bojo. Semoga semakin bertambahnya usia pernikahan, semakin dalam pula rasa pengertian, tanggung jawab dan cinta yang terpupuk. We don’t know what’s a head, tapi semoga bisa melewati setiap ujian sama-sama, dan dipertemukan di surgaNya.  Amiin. Kok kayak make a wish gini ceritanya. hehe

Baca JugaSi Penulis Yang Meniqah

Pernikahan di hari 1057, kenapa gak disebut pernikahan ke -3 tahun aja sih (mungkin ada yang penasaran tanya gitu). Jawabannya karena pengetikannya tersirat banyak makna, tidak hanya sekedar angka. 1057 Menunjukkan sudah ribuan hari telah kami lalui menjadi pasangan halal atas izin Allah. Sisa hidupku yang telah kupasrahkan padanya, kupatuhkan rinduku untuk selalu tunduk dan mengikuti sabdanya dan semua itu telah berjalan sekian ribu hari. Meskipun 1057 hari masih bukan apa-apa daripada pasangan di luar sana yang terpenting kami bisa menjadi pasangan yang saling mengerti sejauh ini.

 Kata orang, pernikahan tahun 3 adalah pernikahan yang masih seumur jagung, kecil ya? ya begitulah. Hehe. Semua hari yang terlewat begitu mengesankan dan terasa ringan karna di lalui berdua. Semoga selalu ada hari-hari selanjutnya, karna kami tau ini masih sangat awal, masih banyak rintangan yang perlu kami hadapi. Semoga selalu bergandengan tangan dalam melewati setiap ujian yang menghadang.

Walaupun dalam tahun ini kami belum dikarunia momongan, kami tetap bersyukur, Allah telah mencukupkan rezeki kami dengan cara yang lainnya. Beberapa keinginan kami yang sempat terlontar di awal pernikahan terwujud di tahun ini. Semuanya tentu karena Allah Maha Adil. Alhamdulillah. Cinta kami juga masih terus tumbuh subur karena selalu di pupuk setiap hari. Sejujurnya semua pernyataan ini menurutku telalu lebay, haha tapi  yang jelas aku sama mas bojo selalu menyakini, pasti suatu saat nanti Allah akan mengabulkan doa-doa yang kami di waktu yang tepat perihal momongan. Sementara ini kami nikmati waktu berdua dulu. Kemana-mana berdua, Positif thinking dengan aktivitas yang dikerjakan, travelling berdua. Intinya tidak membuat itu sebuah beban yang harus diratapi.

Fase penuh drama

Menjadi pasangan suami istri yang hampir 24 jam bertemu dengan orang yang sama tentu banyak sekali godaannya. Awal-awal menikah, jauh sekali dari kata adem ayem. Kebiasaan masing-masing kadang membuat otak mendidih dan bibir komat-kamit karena adanya perbedaan sudut pandang keseharian sebelum menikah. Ataupun perkara sepele seperti tugas yang sudah diberikan tak segera dikerjakan. Aku pikir, ketika aku memutuskan menikah dengan mas bojo, tidak akan ada perbedaan yang berarti tentang dia. Tapi nyatanya aku SALAH. Setelah menikah dan bersama dia 24 jam full dan berulang ke esokkan harinya, aku tau suamiku ini seperti apa orangnya. Bukan kayak power ranger ataupun manusia macam spiderman ataupun Iron Man yang punya kekuatan khusus. Bukan ya..

Mungkin karena masih di fase awal menikah, kami harus menyesuaikan diri satu sama lain. Hal-hal remeh yang menurutku tidak seusai ataupun sebaliknya menjadi sebab pertikaian kami. Padahal sebelum menikah, kami minim cekcok. Eh minim ya, bukan berarti tidak ada sama sekali. Konflik dalam hubungan tentu ada, itu pun tak lama karena dia lebih banyak mengalah dan meminta maaf.

Namun setelah menikah, dia lebih otoriter karena merasa menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab atas semua penghuni rumah. Sedangkan aku, wanita berjiwa mandiri dan keras kepala pula yang tidak suka terlalu di kekang. Dalam hati “kenapa dia begini” Drama rumah tangga pun mewarnai hari-hari kami. Sempat ada pikiran menyesal kenapa harus mengiyakan ajakannya menikah tapi itu dulu, namanya juga masih jiwa muda. Haha. So drama yaa, tapi kalau di pikir-pikir lagi, menikah dengannya juga suatu keberuntungan yang diamini banyak orang.

Beruntungnya, mas bojo tak pernah bentak aku, menurutku ya ini. Even he get angry already dia gak pernah berkata kasar kepadaku sekali pun bahkan sampai detik ini. Alhamdulillah. Tapi anehnya, ketika kami sedang pillow talk baru-baru ini, dia mengatakan pernah sekali dan itu ketika kami masih tinggal di kos-kosan, dia sempat menyesal melakukannya. Tapi menurutku tidak pernah, karena nada bicaranya tak pernah tinggi seperti orang marah ataupun teriak pada umumnya.

Lah dia marahnya gimana? Marahnya dia itu kelihatan kok dari caranya bicara sudah nyelekit tuh kalo lagi marah ngomong, cara dia menatap dan berperilaku. Wajar dong ya, manusia biasa masih ada emosi, masa iya dia gak pernah marah. Hehe.

Lalu bagaimana kami berdamai dengan keadaan? Aku dan mas bojo sebisa mungkin menyelesaikan setiap permasalahan selalu berdua. Seperti yang aku info tadi, aku tipikal wanita keras kepala. Aku lebih sanang mengutarakan yang aku rasakan, setelah lelah ngomel (namanya juga wanita ya, kalau gak ngomel kayak gak lega gitu). Aku memilih diam sejenak dan tidak mengajaknya bicara terlebih dahulu Gengsiku masih gueede banget. Hehe. Jadi dia yang mengalah dan mengajakku untuk membahas duduk perkaranya dengan kepala dingin. Kami kembali belajar karakter masing-masing, mungkin sampai saat ini juga masih belajar.

Setelah clear dan saling meminta maaf, kami kembali menjadi pasangan serasi. Aneh? Pasti. Aku tak tau kenapa bisa seperti itu, beberapa saat yang lalu marah-marah, tapi seketika berubah melunak saat dia melakukan hal konyol yang membuatku tertawa terpingkal. Begitulah cara kami memperbaiki dan mempertahankan rumah tangga.

Dia bukan orang romantis

Manusia tidak ada yang sempurna begitupun kami. Sejujurnya aku tidak mempersiapkan apa-apa di hari ini. Rutinitasku normal seperti ibu rumah tangga kebanyakan. Bangun pagi, memasak, membersihkan rumah, kerja secara online, istirahat, menyiapkan malam malam, kemudian nantinya ketika mas bojo pulang kerja yang aku lakukan ya chit chat dengannya. Iya seperti itu. Nothing special. Sejauh artikel ini terbit sih rencananya begitu. 

Aku berani bertaruh mas bojo tidak akan ingat tentang hari ini. Tanggal dan tahun berapa kami menikah saja dia sering keliru (emang gitu ya laki-laki? Atau cuma bojoku.). Dia hanya ingat tanggal kami lamaran, aneh ya? tapi tak apa setidaknya ada yang dia ingat tentang moment bahagia kami.

Setahun pertama tentunya kesal, kenapa tidak ada surprise dari dia. Makan diluar mungkin. Mengharap ya. Haha kebanyakan kena drama queen aku ini. Setidaknya ada tindakan yang mewakili hari pernikahan kami. Paling gampangnya nih, semisal seluruh pekerjaan rumah dia yang handle. Walaupun di hari biasanya ya dia tetap membantu mengurus pekerjaan rumah. Tapi khusus hari ini, aku minta yang lebih. Hehe. Sayangnya Mas bojo benar-benar lupa dengan hari kami mengikat janji suci di 1057 hari yang lalu. Aku harus memancingnya dulu, baru dia bilang “oh iya ya?” hanya itu.

Di tahun kedua, mengingat kejadian di tahun pertama di luar ekspetasi. Aku semakin paham karakter yang dimiliki suamiku: ternyata mas bojo memang begitu orangnya, pelupa dan bukan orang yang romantis. Bahkan keluarganya sering berpesan untuk mengingatkan mas bojo terkait-hal yang menurutku itu sangat simpel. Hhehe. So, tidak mungkin ada karangan bunga mawar, coklat, tart apalagi ucapan selamat. Lalu sekarang di perayaan hari 1057? Bisa di tebak meskipun hari ini bersejarah, akan terasa seperti hari-hari biasanya. Emang hari biasanya gimana? Penuh cinta, penuh garam, penuh gula, penuh madu, penuh doa dan penuh perjuangan. Aku sudah tidak ambil pusing, memang mas bojo orang seperti itu.

Baca Juga: Topik Yang Harus Selesai Sebelum Menikah


Aku tak lagi kesal meski tanpa perayaan seperti kebanyak pasangan lainnya. Pasalnya, mas bojo tetap menomersatukan aku dengan caranya. Menurutku begitu. Apa pun yang aku butuhkan sebisa mungkin dia penuhi even its takes time. Itu yang membuat aku mengakui walaupun dia bukan orang romantis, dia tetap berusaha sebaik mungkin untuk membahagiakanku

Sampai saat ini konfilik kecil akan selalu ada, meskipun begitu kami menggangap itu sebagai pemanis dalam rumah tangga. Selama kami masih bisa saling menjaga, saling berusaha dan mengamini niatan kami menikah, insya allah perjalanan rumah tangga kami akan selalu indah. Yang terpenting, kami terus belajar dan belajar, karena menikah adalah ibadah seumur hidup yang tak pernah lekang oleh waktu. 

Sekali lagi, selamat ulang tahun pernikahan mas bojo…