Apa Yang Harus Aku Lakukan Pada Fansku


Heloo, kok ya topic ini cukup ngebuat mikir keras what should i do with my fans. Aku ini siapa sih kok ya harus ada kata fans yang menyertai. Oke! Kita samakan persepsi, mulai sekarang i called they are fans IF THAT ONE always curios about my life, start from ujung kepala sampai ujung kaki. Apapun tentang aku yang membuat mereka ingin tahu lebih, entah untuk dicela ataupun di puji. Netizen berkedok fans lebih tepatnya. Entah angin apa yang ngebuat aku ingin mencetuskan tentang cara  menghadapi orang yang berciri-ciri seperti itu – Fans-. Rasanya geli aja gitu sebutnya, dirinya adalah orang yang teramat mengagumi kita sampai hal kecil.

I know that i’m someone who means for someone else. Sehingga apa-apa atau tingkah laluku selalu menarik untuk diketahui kemudian di buat bahan entah itu omong-omongan ataupun panutan. Kali  ahh panutan kayak hidup sudah baek-baek aja. Tapi ya alhamdulillah kalau memang benar-benar ada jadi panutan. Setidaknya hidupku ini bisa jadi gambaran dari seseorang untuk bisa di tiru. Tapi disini, aku akan akan anggep jika “fans” adalah orang yang notabene selalu punya alasan buat kritik tentang kehidupanku. Notif ya, keritik yang larinya ke hal-hal yang gak pernah dia terima tentangku.

Akan selalu saja ada seseorang yang ingin mengomentari kita baik dari cara berpakaian, berprilaku, berlenggang ataupun cara kita tidur sekali pun. Selama kita hidup, kita gak akan lepas dari yang namanya “fans”. Mungkin karena pemikiran seperti itu, jadi aku masih bisa slow kalau ada seseorang yang kepo tentang kehidupan yang sedang aku jalani sampai saat ini. Bakalan ada orang yang teramat sangat ingin tahu tentang kita, baik yang sengaja kita nampakan atau sampai hal yang sudah kututup rapat tapi masih aja ketahuan juga, hukum alam gak sih ini namanya? , So Ottoke?  

Fiuuuhhh......

Kerap kali aku dapat fans yang sampai pada tahap yang dia memeluk dengan sangat erat, menjadi pendengar yang baik, sesekali saran dia share dengan nada perduli dan aku pun dengan polos percaya .Lalu berpikir “kok ada sih orang baik macam ini” eh gak lama setelah itu tiba-tiba pergi dengan banyak drama yang di suguhkan. Gedek banget kan yaa. Tapi mau gimana lagi itulah karakter seorang “fans” yang sangat natural bangkeknya.

Jadinya cara yang aku lakukan untuk menghadapi orang seperti itu adalah cukup doakan umurnya panjang biar ada kesempatan buat dirinya tobat, buat bisa perbaiki kelakukannya (Gak beneran jahat kan akoe ?). Lanjut, lain lagi dengan orang yang gak ngerti apa-apa tapi ikut berkomentar dengan pedasnya macam lombok ijo yang ranum dan pas banget di kunyah sama tahu isi, so Push away apapun omongannya gak usah di pikir sampai sedemikian rupa, karena yang paham kita adalah diri kita sendiri. 

 

10 Hal Yang Membuatku Bahagia

Next topic challenge adalah list 10 Things that make you Happy .
Di alam semesta ini banyak hal yang mampu membuat kita bisa bahagia, entah itu bahagia dengan wujud nyata seperti bertemu idola lalu foto bareng plus tanda tangan. Ataupun semi real hanya dengan dapat senyum ala kadarnya dari cemceman yang udah di taksir lama, itu aja serasa bisa buat kita gak tidur berhari-hari eaaaa.  Ten things that make me happy adalaah....
1,Belongs to Allah
I’m Thankful being a muslim. Dzat paling nyaman untuk diajak bercerita panjang lebar tanpa kenal waktu dan tempat. Tanpa memiliki batasan dan paling aman untuk diajak berbagi rahasia.
2, Sunarko’s member
I’m happy being a daughter of someone named is Agus Sunarko. Aku panggil beliau bapak. Seseorang yang ngajari aku arti bahagia dari sudut pandang yang paling sederhana. Tak menyerah dan saling mendukung satu sama lain!.
3, be part of Dipasuta’s Soul
 I’n never think that Dipasuta is the one who i love right now. Menjadi orang penting dihatinya adalah bahagia yang tiba-tiba ada dan satu gift yang tak pernah henti untuk selalu disebut. Gak perduli how do i behave like a child, dia masih disini, menemani.  Thanks for accompanies my life, i’m happy with you.
4, Travelling
I’m not traveller at all, but as long as itu berpergian atau berkunjung dari satu tempat ke tempat lain, tanpa harus merogoh dompet dan gesek sana-sini untuk bayar transportasi dan akomodasi itu sudah menyenangkan untuk di sebut travelling.  
5, Reading
“Buku adalah jendela ilmu”. Bener banget, salah satu alasan kenapa aku pengen jadi penulis bermula dari aku suka membaca entah itu cerpen, literature ataupun teenlit di deretan buku rak sekolah.  Aku jadi tahu banyak hal yag ada diluar radarku, aku jadi update tentang sosial dan sekelilingku.
6, Bonus,
Bonus adalah salah satu bukti nyata aku bahagia. Based on bonus banyak banget kebutuhan yang bisa tercukupi. Bukankah bahagia para pembaca budiman kalau keinginan bertemu dengan kenyataan?.
7, Remember my dreams
Aku salah satu manusia yang punya mimpi terlalu banyak dan tinggi. Tapi bagiku tak masalah selama aku berusaha untuk mewujudkannya. Kalau dipikir-dipikir lagi, ingin menjadi A, B, C,D itu gak semudah yang aku ucap. And then i talked to my self  on a mirror "it’s okay felt tired, cried and want to take a breath but never lost hope, okay?" Mungkin aja jatuh bangun adalah sebuah proses yang perlu aku jadikan kenangan nantinya. Toh kalau itu memang jalannya. Inget-inget aja mimpi yang ingin di raih seperti apa.
8, Kuliner
Tak perlu tempat mewah ataupun ditemani jajaran lampu bewarna. Selama makanan yang dihidangkan memikat mata dan membuat tenggorokan basah karena tak henti-hentinya menelah ludah. Itu sudah bahagia.
9, Spent time with my valuable friends
Teman atau kenalan boleh banyak, bahkan diantaranya akan ada yang mengaku dekat, merekat seperti saudara. Tapi tetap, semesta masih mengajarkan kita untuk menyeleksi diantaranya. Sehingga ratusan bahkan ribuan teman tersebut hanya tinggal hitungan jari saja yang masih setia dan memilih untuk bersama kita menjadi tempat berbagi kisah. And i’m enjoyed my time with them
10, Selalu bersyukur
Tuhan selalu mengajarkan untuk kita selalu bersyukur dengan kondisi apapun itu. Maka bahagia yang tak disangka-sangka dari mana arahnya akan menghampiri. I belive it, and now i’m happy

Jerawat Yang Selalu Bikin Aku Sambat

Ibaratnya, aku pengen nge-eyahin kamu, tapi dengan cara halus. Iya pengen NGEEYAHIN a.k.a - nikung, ngancurin dan atau membasmi etc - kamu! JERAWAT.

Aku mulai berkenalan dengan jerawat sejak aku lulus dari sekolah menengah atas. Pertama hanya satu biji, kemudian merata hingga beberapa point di wajah. Sebel dong pastinya. Ya ku kira hanya say hello doang, ehh ternyata dia ingin bersahabat sampai detik ini. Akhirnya pelan-pelan aku rangkul dia kemudian ku hancurkan dari belakang. Gak nyaman juga kalau terus-terus bersahabat dengan si kecil tapi nyebelin yang bernama jerawat.

Sebenernya mukaku baik-baik aja sebelum negara yang bernama Acnes menyerang. Tapi karena aku juga horor waktu itu safari kosmetik, jadinya gak berapa lama aku mulai brutusan lalu berjerawat baru atau bermata putih (syedih). Lalu bagaimanakah perjuanganku untuk bisa membasmi perlahan-lahan hingga hari ini namun hasilnya masih belum maksimal. Begini pembaca budiman!

Banyak banget produk yang aku pakek, dari yang receh dibawah lima ribu sampai dengan satu produk aku bisa menghabiskan uang tiga ratus ribu.  Ke dokter dari A sampai Z, klinik kecantikan yang terdekat sampai terjauh dan tentunya menguras tenaga, pikiran dan uang (Bagiku itu uang yang cukup lumayan buat beli makan berbulan-bulan, syedih akutuh). Ditambah lagi karena masih berpositif thinking bakalan ilang, aku pernah mencoba facial, peeling, atau cara apapun agar dia benci dekat-deket dengan aku. Sangat-sangat menguras kantong tapi balik lagi, aku frustasi kalau muka penuh dengan acne. FYI aja ya, sebenarnya aku ini buat jajan aja harus nunggu per 6 bulan. Why ? karena aku adalah mahasiswa murah yang semuanya bergantung pada pemerintah namanya juga mahasiswa murah. TAPI AKU BERKUALITAS (Insya Allah). Sebut saja aku mahasiswa hasil dari saringan BIDIK MISI. Thanks para jajaran pengelola Bidik misi.  Selain untuk jajan, untuk bisa merawat diri, setidaknya menarik untuk dilihat.

 Lanjut, rekomendasi temen untuk coba beberapa produk pun sedikit banyak sudah aku lakukan, dari yang alami sampai yang paling tinggi tingkat bahayanya. Dari yang normal sampai cara yang apnormal. Apakah itu ?. Seperti produk yang kalau gak salah, rame diperbincakan karena mengandung bahan kimia yang berbahaya mercury. Masih penasaran, akh mulai mereview vlog-vlog para orang-orang yang dulunya memiliki nasib serupa tapi sudah sembuh total. GAK NYAMAN SAMA ACNES. Aku hanya ingin mukaku kembali lagi seperti semula.

Ketakutan-ketakutanku pun bertambah. Beberapa orang yang ketemu aku mereka selalu tanya “itu wajah kenapa kok sekarang banyak jembatannya”. Atau gak mereka tanya “Dian, kamu kenapa, stress? Kok sampai berjerawat gitu”. Aku Cuma bales dengan senyum kemayu “hehehe iya lagi puber” . Enggak sekali atau dua kali orang yang lama ga ketemu terus ketemu lagi dengan sangat pangling dengan muka yang tak lagi mulus. Sumpah! Pertanyaan mereka itu bikin aku sempat minder dan gak keluar rumah selama tiga hari. Aku gak PD dengan mukaku sendiri. Konyol yang berfaedah!.

Lama-kelamaan karena aku sudah pasrah dengan upaya yang aku coba. Pantang makan makanan yang berprotein tinggi ataupun yang mengandung asam. Tetap saja hasilnya masih sama. Jerawat stay in long last. Tak pasrah-pasrah amat sih, sekarang masih ada treat my acnes dengan beberapa produk kosmetik yang menurutku aman. Seperti menggunakan produk yang di produksi dengan menggunakan bahan herbal sebut lah JAFRA. Produk kecantikan herbal yang harganya gak pernah murah. Syukur Alhamdulillah dengan pakai produk itu, muka ku jauh lebih mendingan dari pada sebelumnya. Bayangkan jerawat sampai bisa segeda biji jagung. Ngerihhh...

 Tapi sekarang lebih ke nerima kondisi diri lagi sih. Jadi lebih sering ngomong depan kaca, “Oh ya, mungkin ini memang saatnya seperti ini, siapa tahu next nya bisa kembali lagi”, gitu aja terus sampai hari ini. Jika di ibaratkan persen, mungkin saat ini tingkat percaya diriku sudah level 100% untuk bisa tampil di depan public dengan kondisi bare face. Meskipun jerawat se gede jagung masih stay in cool di wajah

 So, treat me acnes topic is done.

5 Tempat Yang Ingin Sekali Aku Kunjungi


Tada, udah aja di hari kedua aja. itu berarti challenge dengan topic selanjutnya siap di publish. Topic kali ini, adalah murni random dari si partner yaitu, 5 places you want to visit. Sebenernya list tempat banyak banget yang pengen aku kunjungi, tapi karena si kawan bilang cuma boleh LIMA. Ya sudah apa daya. Segeralah aku pangkas dari most sampai kepaling most sebagai bahan pertimbangan, tentunya tempat yang paling amat sangat ingin aku kunjungi dalam waktu dekat based on budget, hahaha
 

Tempat pertama,

Sea Food Lamongan

Dari sekian tempat yang ingin aku kunjungi kenapa ada kota Lamongan yang masuk list pertama

Why? Why? Why ?

Karena aku mau makan sea food enak, murah meria, bersih tapi kenyang. Kebetulan juga, tempatnya daerah pesisir pantai, gak deket-deket banget, Cuma bisalah kalau sekalian mlipir. Gak salah dong sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Itulah alasannya kenapa sea food Lamongan the most wantedplace Meski pun jarak antara Surabaya – Lamongan gak seberapa jauh, tapi ada aja kendala terutama waktu. So. Lamongan be first place i wanna go.

Second,

Ranukumbolo, Lumajang

Sejak belum disebut-sebut dari novel best seller 5 CM sampai muncul di TV untuk dibuatkan FILM dan akhirnya membuat para pemuda pemudi berbondong-bondong kesana buat menyaksikan keindahan pemandangan dari kaki gunung merapi. Ditambah dengan caption so wonderful serta pemandangan yang kerap kali di umbar di sosial media (korban foto nih ceritanya) aku iri akhirnya karena teman-teman yang udah pada kesana  .My friends always busy and have a lot of excuse kalau lagi diajak. Alhasil, Ranukumbolo jadi second place i want to visit.

Third place,

Jogjakarta,

Daerah yang di istimewakan di Indonesia ini masuk dalam jajaran the most place i want to visit. Padahal udah berkali-kali kesana entah sama temen atau sama keluarga. Jogja tetap indah. Suasananya selalu ngangenin. Selalu ada tempat baru yang patut untuk di kunjungi dan diabadikan disana. So, jogja i will see you again soon.

Fourth Place,

Bandung,

Kotanya para mojang jajaka yang geulis-geulis - gitu sih katanya. Kalau pun itu hanya ungkapan tapi menurutku Bandung  memang punya daya pikat tersendiri, sehingga selalu ada bisikan “ayo kunjungi aku, aku menunggumu. Horor gak sih, pembacaku ?

Last but not least,

Seluruh pantai yang ada di JAWA!!

Actually i’ve alot of place i wanna go bahkan ada yang sampai go internesyenel, tapi apa daya. Kembali lagi dengan beberapa rules challenge ini, hanya boleh sebutkan lima tempat yang most to visit. Tanpa aku kasih tahu, kalian pasti paham, pantai di jawa kebanyakan bersinggungan dengan pantai selatan. Meskipun begitu, seluruh pantai di Jawa memiliki pesona yang sulit diabaikan untuk tidak di kunjunggi. Hingga akhirnya mati-matian milah tapi akhirnya aku menyerah dan memilih seluruh pantai di jawa HARUS aku kunjungi.


Bagaimana Caraku Menerima Sebuah Kegagalan


Sebuah challenge dari teman yang  mulanya gemar nge post hal-hal galau di blognya. Lalu menghubungiku untuk beramah tamah dan kemudian invite me challege post artikel dengan topic tertentu selama 30 hari kedepan. aku tertantang dong ya. Kebetulan aku juga pengen kebiasaan nulisku ini gak punya jeda.  Menariknya dari challege ini adalah kita sama-sama sibuk kerja yang menyita waktu waktu dan  banyak pikiran. Lalu di tuntut untuk berpikir lagi buat artikel dengan topic tertentu pula.  Oke. Day-1 Going Hetic maybe

Our first topic adalah How to Accept My Failures and here i go ..

Aku percaya yang aku rencanakan kadang tak segera terwujud, justru menurut Tuhan itu lah yang terbaik. Gak gampang buat terima kegagalan, so pasti. mana ada orang yang lempeng-lempeng aja terima kalau dirinya gagal tanpa feel desperate . Mengunci diri dikamar atau gak lari ketempat sepi buat merenung, pasti ada yang kayak gitu

Buat inget-inget masa dimana aku banyak rencana tapi gak ada satu pun yang terealisasikan itu cukup desperate banget, tanda kutip ya "waktu itu". Bukannya menyesal kenapa itu ga kejadian waktu itu juga, tapi lebih kok ya bisa aku sampai segitunya berpikiran konyol. Salah satunya yang paling ngena kenapa aku gak bisa sekolah di SMP, ataupun Sekolah lanjutan yang aku pengen. Sampai-sampai ngejudge diri sendiri gak guna, buat nusa, bangsa dan keluarga (Sumpah ini moment lebay seumur hidup), lalu going somewhere buat nenangin diri sendiri. Kali aja waktu itu diri aku ini ada yang salah. Hingga berandai-andai yang tak baik. 

But now, i wanna say thanks God. Karena Kegagalan yang aku dapat dulu yang aku jalani dengan ikutin alur dan tetap optimis, berimbas bahagia. Jika enggak begitu, aku gak akan akan sampai di titik ini,  Bahagia, Lah kok bisa?. Oke 

kegagalan KE - 1

Dijamanku, lebih tepatnya generasi 90-an. Lulus SD Negri tentu dong pengen masuk ke sekolah yang juga negri, kalau bisa ntar jenjang pendidikan atas juga Negri. Biar ada riwayat yang bisa di banggain ke anak ntar "ehh.. emak dulu sekolahnya dari SD - Sampek SMA negri loh" kurang lebih gitu lah.  Tapi apa daya DANEM waktu itu pas-pasan. dan bapak udah usaha mati-matian buat cari info kalau DANEM segitu bisa masuk sekolah mana. Pengennya masuk ke SMPN 9, yang notabene babe alumni sana, jadi ada kebangga lagi dong. Sayangnya di seleksi pertama aku udah gagal karena NEM yang gak bersahabat dengan standart sekolah. Gak patah semangat dong, lalu coba cari tahu  SMPN 18. SMP yang ikut rayon wilayah timur, yang kebetulan juga beberapa temen sekelas sempat ngefavoritin itu sekolah. Tapi sayang beribu sayang namaku tergeser di last minutes dan akhirnya aku masuk ke SMP YAPITA atas saran babe dan ibu. Dan aku manut-manut aja tanpa bertanya yang cukup detail itu sekolah apa dan gimana sistem pengajarannya. Anak berbakti kan gengs ?

Satu alasan yang cukup kuat kenapa bapak ibu pilih itu sekolah. Karena itu satu jalur dengan sekolah mbak yang ada di SMKN 10, jadi bapak bisa satu jalur untuk mengantarkan kami. cukup simple bukan ?. Saat sudah melakukan pendaftaran dan muncul jadwal tes, aku baru tahu kalau sekolah itu ngewajibin siswinya pakai baju panjang plus hijab. Kalau ada yang tanya, kok ga ngeh sih dari singkatan namanya "Yayasan Pendidikan Islam Tarbyatul Aulad". Aku cukup skeptis (gak deng, lebih tepatnya ya udahlah pasrah, DANEM udah pas -pasan ), jadinya manut aja apa kata orang tua, dari pada gak disekolahin. Disana, aku harus bener-bener extra belajar tentang agama kalau di SMP biasa, mungkin kita akan belajar soal agama secara universal, but di SMP ku, aku harus belajar Aqidah, Aswaja, Fiqih, Qur-dist (Al-Qur'an dan  hadist) dan Bahasa Arab yang bahkan tak ada satu pun yang aku paham. Sempa frustasi di tengah jalan karena untuk urusan pelajaran Agama aku yang paling ketinggalan. Beruntungnya aku punya teman yang biasa diajak sambat dan ngerjain soal bareng, plus pas ujian aku bisa contoh jawabannya darinya (jangan di tiru, ya). Tapi ya begitulah, kalaupun nilai lulus ku juga pas-pasan untuk mapel agama, aku bisa dongkrak di nilai umum lainnya. Alhamdulillah.

Berkat sekolah disana. Untill today  secara sosial aku bisa kenal dengan temen-temen SMP dan berhubungan dengan  sangat baik. Kita juga buat grup yang isinya cengengesan mulu. So, apa jadinya aku kalau gak daftar disana, dan gak kenal mereka. Hahaha hihihi camping, piknik ataupun hang out ke warung yang mewah sampai warung pingiran kita bisa nikmati sampai hari ini. so i'm lucky have been there!

Kegagalan Ke-2

Lulus sekolah Menengah Kejuruan, aku berencana untuk ikut jalur SNMPN buat masuk Unair. nah.. soal jurusan ini yang bikin aku galau. "Asal masuk Kampus Negeri" - gitu yang ibuku bilang. Jadi bisa ambil aja jurusan yang peminatnya sedikit yang penting bisa masuk kuliah disana. Tuh kan, jadinya aku manut lagi. Akhirnya aku pilih psikologi Unair dan Unesa. Ya, modal bismillah aja, sambil baca-baca soal dari tahun-tahun lalu. And happen again pas pengumuman, nama ku tak termasuk dalam peserta yang lolos, sedangkan sepupu yang juga ikut daftar dia lolos dijurusan yang aku juga gak paham itu minatnya atau bukan. You know what! I felt desperate again. Kenapa lagi-lagi aku gagal" itu yang ada di pikiranku.  bapak ibu seolah ngasih aku wejangan supaya aku gak sedih ataupun nangis. Ya aku sok tegarlah bilang kalau aku gak kenapa-kenapa namanya juga belum rejeki. PADAHAL, Aku masih inget banget malam setelah pengumuman, dan sumpek dirumah aku ajak temenku hang out ke taman yang ada di daerah Gelora sepuluh November. Lalu aku nangis ke dia, nangis senangis-nangisnya. baiknya lagi dia ngasih aku kalimat supaya aku tegar dan gak menyerah. Dan jalani aja kehidupan sekarang yakni menjadi pekerja. Yang parahnya temen - temen kerja yang waktu itu udah di usia dewasa bilang kalau aku ini di exploitasi sama orang tua gegara masih kecil disuruh kerja rodi.  

Entah kenapa 2 tahun kemudian, naluri untuk coba SNMPTN muncul lagi. karena kesempatan untuk masuk kuliah negri juga masih jadi cita-cita, ya nothing to lose lah kalau di coba. Kali aja tahun ini rejeki ku. Kegagalan kemarin sempet ngebuat aku merefleksikan diri, apa iya jurusan kemarin itu yang bener-bener aku pengenin. Bukannya pengenku kerja di media ya.. kan cita-citaku jadi reporter atau penyiar, atau apapun lah yang berhubungan dengan media atau naskah.  Alhasil, setelah ngereview jurusan kuliah di Unair, pilihanku jatuh ke ILMU KOMUNIKASI. Sejauh pertama masuk kuliah menyenangkan sih, tapi juga rada minder karena secara usia 21 tahun baru kuliah. HAHAHA no problem kan ya, yang penting cita-cita terus hidup selama hayat masih di kandung badan. MERDEKA!!

Selama kuliah memang banyak banget hal yang kudu aku pelajari, dan paling excited pasti tentang media. ya meskipun nilai media juga cukup pas-pasan tapi berkat kuliah disana, aku jadi menggalih bisa lebih kebiasaan nulis, hingga sampai sekarang aku menjadi penulis blog, atau penulis terpilih untuk karya dari penerbit indie. Flashback ketika pertama kali nama gak kecantum di pengumuman SNMPTN mungkin gak akan ada Dian yang sekarang ini. 

Sampai di Kegagalan terakhir, 

Gak benar-benar terakhir sih, tapi kalau banyak di jabarin malah terlalu panjang, ini cuma artikel bukan novel. okay :)

Kegagalan Ke- 3

Step forward to today because of my failures, i'm to be his (soon) salah satu hal yang teramat aku syukuri hari ini. Untuk soal asmara, aku pernah gagal berkali-kali. Selalu aja ada halangan buat bersatu sama orang yang teramat aku inginkan eaaaa... Dijaman bahula, sering banget aku dianggap orang ke-3 dihubungan orang. PADAHAL ya, aku ini anti rebut pacar atau menye-menye ke cowok orang. Kita cuma temen yang gak ada obrolan di luar pertemanan. Setiap ada obrolan yang menjurus ke masalah hati aku selalu skip. 

Suatu ketika pun, ketika aku punya hubungan sama seseorang, itu pun gak pernah awet, ada aja rintangan buat bersatu, huhuhu. Pernah sampai bertahun-tahun ,entah gara-gara apa doski ngejauh eh beberapa saat datang lagi tanpa penjelasan. Seterusnya pun kek gitu. Capek sendiri kan, rest area juga ada masa nkali ah, ada jam buka sma tutupnya. Sampai-sampai di akhir sholat selalu ada doa yang menjurus, semoga kalau dia jodohku dia segera sadar dan datang melamar, kalau dia jodohnya orang lain semoga di pisahkan dan jadi jodohku. Jahatkan akoe ?. Tapi ya sudahlah, dia pergi juga, kisah asmaraku saat itu sungguh tragis dan pahit. Aku patah hati. 

Tapi sekarang patah hatiku sudah sembuh. Karena eh karena ternyata aku dipersatukan dengan seseorang yang berada di luar doaku. Asyiknya kita pernah bertemu sebelumnya, tapi gak ngeh kalau ternyata kita sampai sejauh ini. One step closer and i will be his forever (insha allah). kalau aja dari awal aku tahu bakalan bersama dia, mungkin perkenalan awal akan jadi semakin seru " aku Dian, Jodohmu" gitukali ahh. Mas aku padamu loh. 

Kalau di runut ulang ya, andai aku gak patah hati waktu itu, aku gak akan bisa sebahagia ini tentunya. Aku bersyukur, Kalau saja enggak, entah asmara beberapa waktu lalu itu, akan cuma jadi jemuran. gantung sampai kering dan kemlantang (ganti warna alias mbulak). jadinya gak menarik lagi untuk dilalui. 

Jadinya pembaca budiman, cara menerima kegagalan adalah dengan tetap dijalani aja sebagaimana mestinya. Kegagalan yang terjadi, pasti ada keberuntungan yang akan kita rasakan di kemudian hari. Iya kemudian hari seperti hari ini misalnya. Ngeluh boleh, tapi tetep semangat yaa i really meant it, jangan patah semangat kalau harapan kalian gak segera terealisasikan, bisa jadi itu adalah keberkahan yang kita terima dikemudian hari. Seperti yang aku rasakan hari ini. Sekian. 

oh ya, seperti yang aku bilang sebelumnya karena ini challenge jadinya aku akan share link blognya temenku yang juga wajib kalian baca. Kalian kunjungi, kalian kasih comment. dicela dikit ya gak apa-apa kok dia udah biasa juga. 

untuk baca tulisannya klik disini

 

Relationship Goal Menurutku

Hola... Holaa.. Pembaca budimana. Perdana ditahun ini si penulis amatir ngebuat artikel yang fresh. Bener-bener artikel yang jauh dari kegalauan yang gemar banget di kerjaain di waktu sibuk atau senggang. Hehehe  gak deng, emang lagi pengen aja nulis artikel, udah lama gak nulis juga kan ya.. kali kalian rindu okoeh?. Semoga gak terlalu ya, biar Dilan aja yang rindu sama Milea kalian jangan, ntar sakit (oposeh ini)

Oke tema pertama adalah Relationship Goals. Agak sensi sih sama tema ini, semakin kesini definisi dari relationship goals semakin mengerucut pada hal-hal yang selalu terlihat mesrah, mewah dan sempurna based on photo. Seolah relationship is all about fancy then post it on your social media.  Ditambah tag #relationshipgoals, nah munculah komen-komenan baper (bawa perasaan) “ah, pasanganku gak kayak gitu sih, mulai deh compare dan tag pasangannya dengen caption -yank mau dong kayak gitu-”. Jadinya buat orang lain berharap hal serupa kan?. Padahal relationship goals itu bisa dilihat dari sisi lainnya. Dan banyak banget. Now i want to tell all of you about the true relation goals me version :

Not only on Social Media

Berkat ada media sosial. Takaran bahagia selalu dilihat dari foto yang di share. Sampai-sampai netijen jaman now!, upload belbagai foto mesrah di suatu tempat dikelilingi dengan barang branded bersama doski plus hold her hands tanpa flaws di “rumah” mayanya. Dibubuhi tag #relationshipgoals segala. Alhasil segala komen dan like sudah banjir di notifikasi. Inget ya pembaca budiman One picture has many interpretation, right? Siapa tau ada udang di balik rendang dengan munculnya photo tersebut.  Butuh perhatian misalnya, atau feel loneliness, we don’t know yet. Foto mesrah bukan takaran satu-satunya untuk bisa dikatakan bahagia atau couple goals. Inget ya pembaca sekalian, bukan satu-satunya. Ada loh yang mereka masih kompak, mesrah, saling dukung satu sama lain tanpa umbar-umbar romansa mereka terutama di media sosial. Mereka ingin menikmati waktu tersebut hanya berdua tanpa membagikan apapun terutama di media sosial.

Sometimes debate but its oke if  still convinence and want to be together

Couple goals  itu gak mungkin tanpa berantem atau adem ayem melulu. Justru hal wajarnya adalah dua kepala dengan latar belakang, pengalaman, pendidikan dan dibesarkan di lingkungan berbeda sedang ngobrol tentang satu hal lalu terjadi beda pendapat. Then saling adu agrumen kebenaran versi mereka. Tapi selama mereka menerima pendapat masing-masing lalu cari jalan tengah kan ya termasuk relationship goals. Menurutku, kualitas hubungan lebih nyata kalau di ukur dengan cara kayak gitu, tau gimana cara pasangan mengatasi masalah dan solusinya benar-benar worth it banget buat keduanya. Terutama yang wajib dan harus di hindari adalah dikit-dikit ngambek gampang ngomong putus atau yang gak lumrah -kita berteman aja-”. Oke itu konyol.  Kamu setuju gak wahai pembacaku?

Gak umbar permasalahan di social media

Gak umbar-umbar aib pasangan di media sosial adalah salah satu contoh the real relationship goals. gak melulu lancar-lancar aja kan kalau lagi menjalanin hubungan. Perkara sepele pun kadang bisa jadi masalah besar, tapi selama itu hanya di ketahui oleh pasangan bakalan cepet selesai dan ketemu solusinnya. Gak perlu saling sindir di dunia maya. Lalu cerca pasangan sendiri seolah-olah dia itu rusaknya sudah tingkat advance. Justru kalau umbar aib pasangan, terus ada orang lain yang tahu malah kalau yang gak suka sama kita bukankah seneng ngelihat kita having a problem, “lihat mereka paling bentar lagi putus” bener gak sih ?

Support each other

Bagian terpenting untuk bisa sandang gelar relationship goals yaitu selalu dukung aktivitas pasangan satu sama lain. Selama itu mengarah ke hal baik, dukungan dari orang terdekat itu sangat diperlukan loh sebagai motivasi. Gak bisa di pungkiri, semakin bertambahnya usia semakin banyak kesibukan yang harus dilakukan baik di lingkungan pekerjaan atau kegiatan sosial lainnya. Tentunya hal tersebut berdampak pada quality time berdua. Tapi selama satu sama lain saling pengertian dan memahami kesibukan masing-masing, iitu bukan masalah.

Be your self

Buat tampil cantik itu perlu. Siapa sih yang gak pengen tampik cantik setidaknya untuk diri sendiri. Tapi ada kalanya pasanganmu itu pengen kamu tampil apa adanya. No make up it’s oke, with make up with pleasure. Dia bisa terima ya seperti kamu yang sekarang ini. Tetap nyaman walau make up gak setebel tepung. Kalau pun ada permintaan doski yang nyuruh kamu berubah versi dia yang menurutnya baik, tetap perubahan yang dia minta itu ngebuat kamu nyaman ngejalaninnya. That’s relationship goals! Hajar

You're freaky but ....

Kadang kekonyolanmu itu menyebalkan bahkan orang lain mungkin gedek sama kelakuanmu itu. Tapi ketika dia tidak mempermasalahkannya atau bahkan itu yang menurutnya daya tarikmu yang gak doski temukan di orang lain.  Dia akan terus menerus falling in love with kamu , dan nyaman-nyaman aja dengan freakingmu itu. Inget hanya kamu iya kamu. Kamu istimewa.

Nah.. itulah beberapa relationship goals versi aku. Terlepas dari keganasan media sosial yang always berbagai foto-foto ala candle light dinner atau fancy photos. Tentu masih banyak lagi versi-versi lainnya yang menurut kalian juga bagian dari relationship goals. Aku open banget kalau kalian mau share disini sama aku.